Gelar Capacity Building, BI Sulut Bentuk TP2DD
MANADO, suluthebat.com – Bank Indonesia Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digital Daerah (TP2DD) dilaksankan selama tiga hari sejak 29 Juni – 1 Juli 2021 bertempat di Ballroom Hotel Fourpoints Manado. Acara ini dihadiri sebanyak 26 orang perwakilan dari Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara meliputi (Manado, Tomohon, Bitung, Kotamobagu, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara).
Ahmadi Rachman selaku Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengolahan Uang Rupiah mengatakan bahwa Sulawesi Utara telah membentuk satgas Tim Percepatan dan Perluasan Digital Daerah (TP2DD) namun ada beberapa tantangan yang harus di hadapi.
“Bank Indonesia mengupayakan percepatan dan digitalisasi daerah bekerjasama dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk pembentukan satgas TP2DD, “ terang Rachman, Manado (30/7/2021).
Ia menuturkan, Bulan Juni sudah membentuk TP2DD, untuk Sulawesi Utara sudah terbentuk TP2DD dari 15 Kabupaten/Kota BIank Indonesia memberikan dukungan melalui koordinasi, sosaialisasi, serta rapat dengan satgas TP2DD yang dibentuk.
“Tantangan yang dihadapi setelah pembentukkan satgas TP2DD yaitu membuat renaksi dalam tahapan perencanaan, implementasi, proses kerjanya, serta monitoring dan evaluasi dari penerapan”, jelasnya.
Sementara itu, output yang diharapkan dari kegiatan Capacity Building yakni adanya harmonisasi program satgas TP2DD dan implementasi renaksi dari setiap kabupaten kota.
“Tujuan dari Capacity Building yaitu untuk mempersiapkan satgas TP2DD dari masing-masing kabupaten kota. Kesiapan ini melalui materi yang diikuti para peserta yang mana narasumbernya dari pusat dan terhubung secara virtual melalui aplikasi zoom,” tutur Ahmadi.
Rachman menjelaskan, Bank Sulut Gorontalo (BSG) yang memberikan kesiapan aplikasi harmonisasi dengan pemerintah daerah melalui program prioritas yang diselaraskan baik secara teknis maupun kebijakan BPKP menyampaikan dari SIMBDA.
“Kementrian Perekonomian (KEMENKO) satgas TP2DD program championship, program apa saja yang akan dilakukan. Kementrian Perdagangan Dalam Negeri (KEMENDAGRI) menjelaskan secara detail apa saja develop kebijakan dari satgas TP2DD. Output kegiatan ini diharapkan kabupaten kota sudah mampu membuat renaksi yang mampu diimplementasikan.” pungkasnya.
Lanjutnya, Bank Indonesia Sulawesi Utara dalam program digitalisasi memberikan solusi ditengah pandemi covid-19, yaitu dengan transaksi nir sentuh ( cashless ) melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang juga memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM.
”Bank Indonesia terus mendukung elektronifikasi dengan mendukung digitalisasi di pasar-pasar dari segi supply dan demand . Kepada masyarakat juga diberikan edukasi melalui kanal-kanal melalui media sosial, video, dialog di media seperti radio sehingga diharapkan mampu menjangkau masyarakat apalagi di masa pandemik memudahkan transaksi pembayaran nir sentuh (cashless),” ungkap Rachman.
Ahmadi menjelaskan, Mendorong 12 juta penggunaan QRIS yang menguntungkan UMKM dapat tercatat, kredit profil dari UMKM lembahga Jasa Keuangan memiliki data terkait transaksi harian, bulanan, tahunan memudahkan Lembaga jasa keungan untuk menganalisa.
“Memudahkan dalam proses memberikan uang kembalian, dan tidak mudah dicuri. Selain itu juga higienis. Menguntungkan pembeli dan pemilik merchant”, tutup Ahmadi Rachman. (val)
