Juni 17, 2026

Direktorat Kepercayaan TYE Kemendikbudristek Kunjungi Penghayat Laroma di Tondey

Minsel, suluthebat.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, menyambangi Desa Tondei.

Kunjungan ini bertujuan untuk menyusun ajaran kepercayaan lokal yang dinaungi oleh organisasi penghayat Lalang Rondor Malesung (Laroma). Kunjungan tersebut merupakan kunjungan ke tiga. Acara ini digelar di Wale Paliusan Laroma, Senin (13/06/2022).

Ketua Umum Laroma Iswan Sual mengatakan, Laroma sendiri merasa tersanjung dan berterima kasih serta turut mengapresiasi terkait kunjungan yang rentang waktunya hanya beberapa minggu, bahkan kali ini tim yang datang berjumlah 10 orang.

“Kegiatan ini sebetulnya terkait inventarisasi penulisan ajaran Lalang Rondor Malesung atau Laroma, Laroma ini adalah organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YTE) yang resmi terdaftar di Direktoran Kepercayaan Terhadap TYE dan Masyarakat Adat,” ujarnya.

Ketua Umum Laroma, Iswan Sual saat memberi sambutan

Sual mengatakan, kedatangan tim kementrian Direktoran Kepercayaan TYE dari Kembudristek itu guna untuk mewawancarai, mendata, dan menulis tentang ajaran-ajaran yang ada di Laroma.

“Hasil dari kegiatan ini sebetulnya, untuk membuat satu buku yang memuat tentang Laroma, karena memang semua organisasi penghayat kepercayaan di Indonesia ajarannya harus dikenal oleh seluruh bangsa Indonesia, sehingga tidak disalah pahami, dan tidak dianggap menyimpang,” kata Iswal Sual.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan kunjungan Direktoran Kepercayaan TYE ini akan berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 Juni.

“Jadi sebetulnya Senin dan Selasa, tapi kebetulan ada ritus Bulan Purnama di hari Minggu, mereka juga duduk dan terlibat menyaksikan bagaimana jalannya ritus atau upacara yang dilaksanalan oleh kepercayaan Laroma,” pungkas Iswan.

Sementara itu, Suharti, S.Sos, sebagai Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Kepercayaan terhadap TYE menjelaskan bahwa inventarisasi penulisan ajaran ini adalah bagian dari tugas dan fungsi mereka yang kemudian dilakukan kepada organisasi penghayat yang baru terdaftar di Direktorat. Dan dikatakannya, Laroma adalah organisasi pelestari budaya spiritual bangsa.

“Organisasi kepercayaan berikut dengan ajaran kepercayaannya adalah pelestari budaya spiritual bangsa Indonesia. Penulisan ajaran kepercayaan sebagai salah satu bentuk pemajuan kebudayan (Pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan) terhadap nilai-nilai luhur budaya spiritual bangsa,” jelasnya.

Tim Direktorat Kepercayaan mengunjungi situs

Dia menambahkan, yang ingin dicapai dalam kegiatan ini antara lain; mengetahui ajaran kepercayaannya secara komprehensif mengenai nilai-nilai budaya yang ada di organisasi, membukukan ajaran serta nilai luhur yang terkandung didalamnya untuk dimanfaatkan dalam menunjang pembangunan karakter bangsa, mengetahui eksistensi organisasi kepercayaan secara komprehensif mengenai keberadaan organisasi untuk penyusunan kebijakan pemajuan kebudayaan yang berbasis pada masyarakat (layanan hak-hak sipil penghayat kepercayaan), dan penulisan ajaran ini untuk menambah khasanah pengetahuan nilai spiritual bangsa.

“Terhadap masyarakat umum, akan membantu pemahaman mereka terhadap keberadaan organisasi berikut dengan ajaran kepercayaan terhadap TYE. Terhadap lembaga-lembaga masyarakat akan membantu partisipasi mereka dalam pemajuan kebudayaan di masyarakat. Terhadap lembaga-lembaga penyelenggara pemerintahan, akan membantu meningkatkan kualitas layanan yang adil dan setara terhadap penghayat kepercayaan sebagai warga negara,” tandasnya. (Vidi/jud)