Juni 17, 2026

Usut Dugaan Dosen VZL Cabuli Mahasiswi, LAM Unsrat Serahkan Bukti

MANADO, suluthebat.com – Menindaklanjuti pengaduan soal dugaan tindak percabulan seorang oknum dosen Univeritas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terhadap salah satu mahasiswinya, Lembaga Advokasi Mahasiswa (LAM) Fakultas Hukum perguruan tinggi tersebut menyerahkan hasil investigasinya ke pihak rektorat. Laporan percabulan berbalut modus rekap nilai itu juga menyertakana bukti chat sang dosen.

Ketua LAM FH Unsrat, Gabriel Rosok, mengungkapkan pihaknya melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap korban dan dari pengakuan diperoleh sejumlah bukti dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen VZL kepada korban.
“Yang disampaikan korban itu pertama bukti rekaman suara, bukti chatting dan pengakuan korban,” ungkap Gabriel kepada wartawan. Pihak fakultas pun, kata dia, sudah meminta keterangan dosen VZL yang hasilnya bakal diteruskan ke pihak rektorat.
“Terduga pelaku sudah diambil keterangan. Jadi selanjutnya nanti akan direkomendasikan ke rektorat,” kata Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FH Unsrat, Toar Palilingan. Toar mengaku belum bisa menjelaskan banyak hal, karena kasus ini masih berproses.”Yang penting proses sudah berjalan,” katanya.
Sebelumnya, kasus dugaan dosen mencabuli mahasiswi terungkap setelah korban melapor ke LAM FH Unsrat. Korban mengaku awalnya diminta menghadap ke terlapor dengan alasan untuk merekap nilai dan terduga pelaku melakukan aksi cabulnya di dalam mobil.
“Kejadian November 2021 di sekitar parkiran fakultas, di dalam mobil. Saat itu dosen panggil mahasiswi yang bersangkutan (korban) untuk merekap nilai bersama,” kata Ketua Gabriel, seperti dikutip detik.com. Terduga pelaku disebut juga pernah melecehkan korban dengan cara dipaksa tidur bersama di sebuah kamar. “Dosen pernah ambil tangan korban dan menyuruh memegang kemaluannya dengan dipaksa. (Oknum dosen) minta dicium, kemudian dosen itu panggil ke kamar,” ujarnya.
Rektorat Unsrat Ikut Turun Tangan
Menanggapi dugaan pencabulan itu, rektorat Unsrat Manado membentuk tim investigasi guna mengusut dugaan aksi cabul dosen VZL. Tim investigasi yang dibentuk turut melibatkan mahasiswa. “Ini kan SK tim investigasi baru mau dibuat sekarang karena statusnya baru diketahui sekarang. Diupayakan minggu depan sudah mulai bekerja,” kata Humas Unsrat Max Rembang saat ditemui wartawan, beberapa waktu lalu.
“Tim ini juga melibatkan mahasiswa. Karena sesuai dengan keputusan menteri (Permendikbud) kalau ada kasus seperti ini, langsung ditangani pimpinan tapi juga melibatkan (stakeholder lainnya) termasuk mahasiswa,” imbuhnya.

Rembang memastikan proses investigasi dan penyelesaian masalah tersebut dilakukan secara objektif dan transparan. Dia juga menegaskan langkah ini agar tidak ada pendapat semacam upaya membela pelaku.
“Tetapi yang pasti apapun statusnya, kami akan menindak tegas sesuai ketentuan perundangan-undangan. Jadi itu yang menjadi sikap utama Unsrat sedang menyusun tim investigasi dan penyelesaian,” ujarnya.(*)