Kemendagri Dorong Pemda Tingkatkan Inovasi Melalui Puja Indah
Jakarta, SulutHebat.com-Kementerian Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah/kota melakukan berbagai inovasi melalui aplikasi Pusat jejaring Inovasi Daerah atau Puja Indah.
Menurutnya, berbagai inovasi melalui aplikasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan publik, meningkatkan daya saing daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Demikian disampaikan Kepala Puslitbang Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Matheos Tan, saat membuka acara bertajuk Rapat Penandatanganan Pernyataan Komitmen Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah) di Aula Badan Litbang Kemendagri, Jakarta, Jumat (26/11/2021).
Matheos Tan mangatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Kemendagri dalam mendorong daerah agar terus berinovasi. Menurutnya, inovasi merupakan hal yang tak terpisahkan dalam urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Pemda, lanjutnya, dinilai penting untuk melakukan berbagai inovasi guna meningkatkan pelayanan publik, mendorong kesejahteraan masyarakat, serta memacu peningkatan daya saing daerah.
Ia menambahkan dalam melakukan inovasi Pemda dapat menerapkan aplikasi Puja Indah.
“Aplikasi tersebut merupakan aplikasi layanan pemerintahan berbagi pakai, berbasis data input yang dikembangkan Kemendagri untuk mempercepat layanan pemerintahan melalui layanan elektronik dalam satu platform layanan,” ujar Theo.
Theo meminta agar daerah tidak ragu untuk menerapkan Puja Indah. Pasalnya, aplikasi tersebut bisa digunakan secara gratis oleh Pemda.
Puja Indah juga memuat 13 layanan pemerintahan yang dapat memudahkan pelayanan publik. Adapun layanan tersebut di antaranya trantibumlinmas, aspirasi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, komoditas, perizinan, dan pariwisata.
Selain itu, layanan lainnya yakni pekerjaan umum, perhubungan, administrasi pemerintahan, sosial, dan kependudukan. Lebih lanjut, Puja Indah juga menambah satu layanan di bidang tematik yang bertajuk e-Ternak.
“Hal ini merupakan komitmen Kemendagri dan Pemerintah Pusat untuk bisa meningkatkan kinerja Pemda dengan prinsip efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemda tidak perlu membuat aplikasi baru dan hanya tinggal menggunakan yang tersedia di dalam Puja Indah,” terangnya.
Theo menambahkan banyak daerah telah menunjukkan minatnya untuk mereplikasi Puja Indah. Pada kurun 2018-2019, sebanyak 71 daerah telah melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mereplikasi aplikasi tersebut.
Ia mengapresiasi kesungguhan daerah-daerah dalam melakukan inovasi melalui Puja Indah. Dirinya berharap ke depan semakin banyak daerah yang mereplikasi aplikasi tersebut, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Semoga penandatanganan komitmen dapat dilakukan lagi di awal tahun. Sebab ini semua merupakan prioritas nasional dalam rangka mendorong agar pelayanan publik semakin baik,” pungkas Theo. (kris)
