Paripurna Deprov, Olly-Steven Dengar Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi
MANADO, suluthebat.com-Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw (Olly-Steven) menghadiri rapat paripurna DPRD Sulut, guna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka HUT ke-76 Kemerdekaan RI, di Gedung DPRD Sulut, Senin (16/8/2021).
Rapat digelar secara langsung maupun virtual di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut. Paripurna dipimpin Ketua DPRD Fransiscus A. Silangen. Dalam pidato kenegaraan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan beberapa hal mengenai peringatan HUT ke-76 RI di tengah pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah memacu semua pihak untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan.
“Adanya pandemi Covid-19 sekarang ini, akselerasi inovasi semakin menyatu dalam keseharian hidup kita,” kata Jokowi saat menyampaikan pidato.
Presiden juga menyatakan, selama satu setengah tahun pandemi telah terjadi penguatan yang signifikan dalam perilaku dan infrastruktur kesehatan sekaligus penguatan kelembagaan nasional. Hal tersebut membuat kapasitas sektor kesehatan meningkat pesat dan semakin mampu menghadapi kepastian yang tinggi dalam pandemi.
“Kesadaran terhadap kesehatan semakin tinggi dalam kebiasaan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Ini merupakan modal besar untuk menuju masyarakat yang lebih sehat dalam pengembangan SDM yang berkualitas,” tambahnya.
Dalam rapat virtual tersebut, presiden Jokowi menyebut struktur perekonomian harus diubah ke arah yang lebih produktif, karena disadari selama ini Indonesia sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga.
“Struktur ekonomi kita yang selama ini lebih dari 55% dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus kita alihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor,”ungkap Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi meyakini akan ada lompatan kemajuan jika visi Indonesia Maju disepakati. Bukan tak mungkin bisa mendahului kemajuan bangsa lain. Dalam hal ini, Jokowi menilai keberhasilan pembangunan Indonesia bukan karya presiden dan wakil presiden semata.
“Sebagai kepala negara yang merangkap kepala pemerintahan, sebagai presiden dalam sistem presidensial yang dimandatkan konstitusi, saya mengajak kita semua untuk optimistis dan kerja keras. Sayalah yang memimpin lompatan kemajuan kita bersama,” tukasnya di Gedung Nusantara, Kompleks MPR-DPR RI, Jakarta.
Jokowi juga mengajak semua pihak untuk meneguhkan semangat para pendiri bangsa Indonesia. Melalui semangat para pendiri bangsa, Jokowi menekankan pembangunan atau pertumbuhan ekonomi tidak tersentral.
“Indonesia itu bukan hanya Jakarta, bukan hanya Pulau Jawa. Tetapi, Indonesia adalah seluruh pelosok Tanah Air. Dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote.”
“Karena itulah pembangunan yang kita lakukan harus terus Indonesia sentris yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok nusantara,” tambah Jokowi.
Lebih jauh, Jokowi mengatakan, Indonesia Maju bukan hanya karya presiden, wakil presiden, eksekutif, legislatif, dan yudikatif semata. Keberhasilan Indonesia juga karya pemimpin agama, budayawan, dan para pendidik. Tentu semua pihak perlu kembali mendukung pembangunan Indonesia di masa-masa yang akan datang.
“Keberhasilan Indonesia adalah juga karya pelaku usaha, buruh, pedagang, inovator maupun petani, nelayan dan UMKM, serta karya seluruh anak bangsa Indonesia,” pungkas Jokowi. (jes)
