Juni 25, 2026

Minut, suluthebat.id- Taman Baca Masyarakat (TBM) merupakan wadah masyarakat untuk belajar dengan buku-buku sebagai sumber bacaan dan program kegiatan untuk membangun kesadaran literasi masyarakat. Saat ini budaya literasi masyarakat semakin rendah akibat dari rendahnya minat baca mereka.

Untuk meningkatkan budaya literasi, maka TBM Pasungkudan Minahasa Utara menggelar Cerita Literasi Desa Warukapas, bertempat di Balai Desa Warukapas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara, berlangsung 2 (dua) hari, 27 – 28 September 2024.

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat Desa Warukapas dari jaga 1-12.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Minahasa yang diwakili Sekretaris Dinas Indria Trigono, SE membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sangat bersyukur dan berterima kasih serta sangat bangga dengan adanya kegiatan literasi, yaitu cerita literasi desa Warukapas.

“Kegiatan ini berupa seminar, baca buku, pelatihan, dan lomba literasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran literasi khususnya dalam keluarga,” ucap Indria Trigono.

Selanjutnya Ketua TBM Pasungkudan, Steindwart Latumerissa, S.Pd menjelaskan bahwa, Cerita Literasi desa Warukapas adalah satu program yang diangkat oleh TBM Pasungkudan yang ada di desa Warukapas. TBM Pasungkudan sudah berdiri selama 3 tahun, dan setiap tahun ada beberapa program yang sudah dikerjakan, seperti road show literasi untuk SD SMP SMA di Minut.

“Kegiatan ini bergerak serentak di bulan ini ada 12 lembaga TBM yang ada di Sulut. 12 TBM ini adalah yang dipilih oleh balai bahasa untuk mewakili mereka ke tingkat nasional. Dan untuk TBM Pasungkudan, kegiatan ini akan dilakukan rutin setiap tahunnya.
Dan perlu diketahui juga, TBM Pasungkudan adalah satu-satunya TMB di Sulut yang sudah Grade A, dan yang memiliki fasilitas terbaik di Sulut,” jelas Latumerissa.

Jadi, kegiatan cerita literasi desa Warukapas ini taglinenya adalah mengangkat kearifan lokal yang ada di desa Warukapas yang berdayaguna berdampak dan akan mempengaruhi masyarakat desa Warukapas, khususnya pola pikir dalam berliterasi.

“Cerita literasi desa Warukapas ini mencakup banyak aspek yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat desa Warukapas. Selesai kegiatan ini, kami akan memberikan sertifikat buat semua peserta yang hadir, dimana sudah mengikuti pelatihan literasi. Dan ini menjadi satu-satunya desa yang ada di Minut untuk program cerita literasi,” tandasnya.

Kegiatan ini juga disambut baik oleh Pemerintah Desa Warukapas. Hal ini diungkapkan ketua BPD Yopi Santi yang mengatakan atas nama Pemdes Warukapas menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan ini oleh TBM Pasungkudan.

“Kami berharap ada respon positif dari masyarakat karena kegiatan ini didalamnya ada unsur budaya dan pendidikan. Apalagi di desa Warukapas ada lembaga adat, untuk itu dengan adanya kegiatan ini kita bisa menjalin sinergitas yang baik,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber Dr. Christian W. Lasut, MA., M.Th., M.Pd, yang membawakan materi Ensiklopedi Literasi.

Dalam pemaparannya, Christian Lasut menjelaskan bahwa Ensiklopedi adalah karya referensi yang berisi informasi
mengenai berbagai cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan sejarah. Ensiklopedia dapat menjadi sarana untuk mencari informasi dasar mengenai berbagai masalah.

Literasi adalah kemampuan membaca
memahami, mengapresiasi suatu bacaan, dan mengaplikasikannya ke dalam keterampilan (menulis, berbicara, bemalar, berkarya berperilaku, bereksplorasi, berinovasi, berkreasi,
dan memperbaiki diri)

“Ada 6 literasi dasar, yaitu, literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan,” tutur Christian Lasut. (Vivi)