Sidak Kantor Satpas Polresta Manado, Kapolda Sulut : Ini Salah Satu Tugas Saya

Manado, suluthebat.com- Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Setyo Budiyanto melakukan pengecekan atau sidak di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polresta Manado, Jumat (28/10/2022) siang.
Didampingi Dirlantas dan Kabid Humas Polda Sulut serta Kapolresta Manado, Irjen Pol Setyo Budiyanto meninjau sejumlah ruangan dan fasilitas yang ada di Kantor Satpas, termasuk mengecek mekanisme pelayanan.
Setyo mengatakan, pengecekan ini merupakan salah satu tugasnya sebagai Kapolda.
“Ini kan memang salah satu tugas saya sebagai Kapolda untuk melakukan pengecekan, kemudian melihat secara langsung terutama kegiatan-kegiatan kepolisian yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat. Ini akan saya lakukan terus terhadap beberapa satuan fungsi khususnya yang memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Tujuan pengecekan di Satpas ini, kata Setyo, untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi, kesiapan anggota dalam memberikan pelayanan khususnya pelayanan pembuatan atau permohonan SIM oleh masyarakat, termasuk mekanismenya.
“Mekanismenya, tata urutnya, apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang digariskan. Saya melihat bahwa semua anggotanya siap, meskipun sudah siang tetapi mereka tetap berada pada posisinya masing-masing,” katanya.
Setyo menilai Kantor Satpas Polresta Manado perlu pembenahan sedikit sehingga masyarakat lebih nyaman lagi saat berada di kantor tersebut.
“Mungkin ada beberapa aplikasi yang tidak berfungsi. Tapi karena itu merupakan kewenangan dari pihak ketiga, segera nanti kami komunikasikan dengan pihak Korlantas untuk bisa diperbaiki, kemudian dihidupkan kembali. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan pelayanan yang maksimal, tidak ada menggunakan antrian manual tetapi menggunakan antrian berbasis teknologi informasi,” jelasnya.
Ia menilai sejumlah ruangan sudah ada seperti ruangan seperti ruang laktasi, ruangan bermain anak, dan sarana bagi penyandang disabilitas.
“Sudah siap semuanya, tinggal dijaga saja oleh seluruh anggota. Setidaknya kalau ada masyarakat yang kondisinya disabilitas, kemudian ada ibu yang menyusui dan ada anak yang dibawa, mereka bisa diarahkan untuk berada pada ruangan-ruangan tersebut. Itu merupakan bagian dari upaya yang setiap hari kita tingkatkan, sehingga pelayanan semakin maksimal,” pungkas Setyo. (*)
.
