Royke Roring Soroti Dampak Kriminal dari Minimnya Anggaran Operasional Dinas ESDM Sulut

Suluthebat.id – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyoroti secara tajam kondisi fiskal Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulut yang dinilai berada dalam tahap kritis. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Realisasi Program Triwulan I dan II serta Koordinasi Rencana Program Tahun 2026 di Ruang Rapat Komisi III Kantor DPRD Sulut, Selasa (30/6/2026), performa dinas tersebut dinilai terancam lumpuh akibat ketimpangan alokasi anggaran yang sangat ekstrem.
Dampak nyata dari minimnya anggaran operasional ini langsung dirasakan masyarakat, terutama pada sektor infrastruktur Penerangan Jalan Umum (PJU). Anggota Komisi III, Royke Roring, memaparkan bahwa gangguan terhadap Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Sulut mengalami eskalasi yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir akibat jalanan yang gelap gulita.
Roring menilai ada hubungan sebab-akibat yang nyata antara buruknya infrastruktur kota dengan statistik kriminalitas seperti kasus penikaman, pembegalan, aksi premanisme, hingga penganiayaan berat di jalur protokol dan kawasan permukiman.
“Kondisi Kamtibmas beberapa bulan terakhir memang betul-betul sangat terganggu, kita ikuti pemberitaan ada beberapa penikaman. Artinya, paling tidak kalau ini lampu-lampu jalan terang, maka tingkat kriminal akan sedikit berkurang. Kondisi gelap menciptakan celah bagi pelaku kejahatan,” tegas Roring.
Oleh karena itu, Komisi III mendesak Dinas ESDM untuk segera memprioritaskan penanganan 49 titik lampu jalan mendesak yang menjadi kebutuhan utama masyarakat saat ini.
