PT.Cargill, BP2LH Manado dan YSB Berkolaborasi Wujudkan Minsel Pusat Budidaya Jamur Tiram
Minsel, suluthebat.com – Kelapa merupakan agroforestri utama di Sulawesi Utara (Sulut) dengan hasil produksi berupa minyak kelapa. Hingga saat ini produksi minyak kelapa menjadi salah satu tulang punggung perekonomian di Sulut. Setiap butir kelapa mampu menghasilkan sekitar setengah kilogram sabut kelapa, namun produksi sabut kelapa ini belum dimanfaatkan optimal.
Untuk meningkatkan nilai pemanfaatan sabut kelapa dengan memanfaatkannya sebagai media budidaya jamur tiram putih, PT. Cargil Indonesia Amurang Bekerjasama dengan Yayasan dr. Sander Batuna (YSB) dan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LH) Kota Manado melaksanakan kegiatan Launching Budidaya Jamur Tiram Putih di Hotel Sutanraja Amurang, Rabu (06/04/2022) .
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar yang diwakili Asisten II Franky Tangkere yang dalam sambutannya mengucapkan terima kasi serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT.Cargil, BP2LHK dan YSB atas tanggung jawab dan kepedulian ditengah pandemi covid-19 untuk membantu pemerintah dalam menggerakan sektor pertanian.
“Kita ketahui bersama jamur banyak digunakan masyarakat dengan cara membudidayakan, karena jamur ternyata memiliki daya ekonomis yang dapat diolah untuk dijual serta dikonsumsi sebagai makanan yang enak dan bergizi. Hal ini menjadikan jamur tiram sebagai komoditas bahan yang dibutuhkan,” kata Tangkere.
Direktur PT. Cargil Ibu Imelda menjelaskan, program budidaya jamur tiram ini merupakan salah satu program komoditi PT. Cargil Indonesia yang sudah dimulai sejak tahun 2018 dan saat itu hanya melibatkan dua kelompok ibu-ibu yang berada di Kelurahan Kawangkoan Bawah berjumlah 20 orang.
“Sebagai bentuk respon kami terhadap pemerintah minahasa selatan dalam melanjutkan program ini selama 3 tahun kedepan dengan melibatkan beberapa SKPD dalam proses budidaya jamur tiram ini, saat ini kami menargetkan untuk melatih kurang lebih 100 orang dengan komposisi 80 kaum perempuan dan 20 anak muda yang tertarik untuk belajar membangun usaha dari jamur tiram ini,” jelas Imelda.
Lebih lanjut dikatakannya, 80 kelompok perempuan ini nantinya akan dibentuk kelompok-kelompok kecil sementara 20 pemuda akan direkrut melalui seleksi, karena untuk kategori ini diharapkan kaum muda mampu mendisain bisnis yang kreatif. Peserta yang dipilih akan didampingi dan disuport sampai mereka bisa mencapai target yang diinginkan.
Sementara itu Sekretaris YSB Veldy Umbas mengatakan keterlibatan Yayasan Sander Batuna dalam program budidaya jamur tiram ini karena yayasan ini bergerak dalam bidang pertanian, dan untuk program budidaya ini sudah dilakukan bekerjasama dengan PT. Cargil sejak tahun 2018.
“Ya, tentunya saya berharap kedepannya jamur tiram ini bisa menjadi salah satu brand minahasa selatan, semoga kita dapat terus melanjutkan program ini secara konsisten dan stabil agar pusat budidaya jamur tiram di minahasa selatan akan benar-benar terjadi untuk meningkatkan perekonomian di minsel demi kesejahteraan masyarakat,” tandas Umbas.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BP2LH Kota Manado Heru Setyawan, Ketua PKK Minsel, Kadis Koprasi dan UMKM Minsel Meidy Maindoka, Kadis Pertanian Minsel Franky Pasla, Kadisnaker Sonny Maleke, Kadis PPPA Minsel, Kadis DLH, Camat amurang Barat, Lurah Kawangkoan Bawah serta pengurus kelompok tani jamur tiram. (Pro)

