Juni 17, 2026

Prabowo Dilantik, Peta Politik Mulai Berubah Arah, YSK-Victory Curi Perhatian Masyarakat

Sulawesi Utara, – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), nomor urut 1 Yulius Selvanus-Victor Mailangkay mencuri perhatian masyarakat.

Pasalnya, pasca pelantikan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto 20 Oktober lalu, peta politik di pemilihan gubernur (pilgub) terlihat mulai berubah arah.

Apalagi ketika pelantikan, Yulius Selvanus atau lebih dikenal dengan singkatan YSK menjadi satu-satunya calon gubernur yang terundang di Istana Negara ketika pelantikan.

YSK diketahui merupakan orang dekat Presiden Prabowo dan satu-satunya calon yang mendapat mandat secara tertulis maupun lisan dari orang nomor satu di Indonesia itu.

Pengamat politik menilai, mendekati hari pencoblosan semua bisa berubah. Apalagi dengan berbagai narasi yang beredar di masyarakat, satu komando, bisa mempengaruhi elektabilitas calon, terutama YSK.

Pengamat politik Sulut Dr Alfons Kimbal menilai, untuk menjaga kestabilan pemerintahan dari pusat sampai daerah memang sangat wajar jika narasi tersebut gencar diserukan.

“Memang akan lebih stabil jika ada hubungan baik antara pemerintah di pusat dan daerah, dalam hal ini hubungan politik. Kita tahu Presiden RI saat ini merupakan Ketua Umum Gerindra dan YSK juga Ketua Gerindra Sulut. Terdapat korelasi positif didalamnya,” sebut Kimbal.

Akademisi Fisip Unsrat ini mengatakan, terlepas dari masih sekitar sebulan lagi pilkada digelar, konstalasi bisa saja berubah. Meski begitu, wajib dipertimbangkan hasil survei.

“Kita akui, paslon nomor 1 dari survei belum maksimal. Nah, momentum kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden RI bisa melecut paslon ini untuk lebih memikat hati rakyat,” sebutnya.

Apakah akan berpengaruh, Kimbal menuturkan, dikembalikan lagi pada paslon bagaimana melihat peluang ini.

“Harus diakui figur Prabowo Subianto itu punya peran penting. Apalagi di pilpres lalu, Sulut mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan persentase kemenangan tertinggi. Namun hasil tersebut akan sia-sia jika calon tak bisa menyikapinya dengan baik. Karena popularitas itu sangat penting termasuk dukungan partai politik yang bisa dibilang gemuk, namun itu harus dimaksimalkan,” urai Kimbal.

Lebih jauh, ditanya peran Prabowo dalam pilgub Sulut, Kimbal menilai jika memang Prabowo yang memerintahkan langsung YSK untuk tarung di pilgub Sulut sudah pasti akan memback-up maksimal. “Sumber-sumber daya pasti digerakkan. Pertama mesin partai karena beliau ketua Gerindra. Selanjutnya modal sosial yaitu hubungan kekeluargaan. Dan dukungan modal ekonomi,” kuncinya.

Bagaimana kubu YSK menyikapi momentum pasca pelantikan Prabowo sebagai presiden? Ketua Tim Pemenangan YSK-Victory, Ramoy Luntungan mengatakan pihaknya sudah memprediksi jika elektabilitas YSK akan terus meningkat.

“Karena beliau satu-satunya yang ditugaskan Presiden Prabowo untuk mencalonkan diri di pilgub Sulut, ditandai dengan B1KWK. YSK dinilai paling pas untuk lanjutkan kepemimpinan di Sulut agar tegak lurus dengan pusat,” kata Luntungan.

Dia meyakini YSK pasti menang. Menurutnya rakyat Sulut sudah pintar dan cerdas. “Karena pasti nyambung pembangunannya, demi kemamuan Sulut. Seperti misi kita. Jadi tim pemenangan sangat optimis, YSK-Victory akan terus melejit ke atas, rakyat akan mempercayakan beliau memimpin Sulut,” tandasnya. (***)