Per September 2022, Neraca Perdagangan Sulut Melonjak Surplus US$ 77,85 Juta

Manado, suluthebat.com- Neraca Perdagangan Sulawesi Utara per September 2022 mengalami surplus sebesar US$ 77,85 juta.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara Asim Saputra, SST, M.Ec.Dev dalam press release BPS Sulut, Senin (17/10/2022).
Surplus USS 77,85 juta itu tercapai akibat nilai ekspor nonmigas Sulut per Septembet mencapai US$ 93,03 juta dibanding nilai impor pada bulan yang sama yang hanya sebesar US$ 15,17 juta.
Ekspor nonmigas senilai US$ 93,03 itu didominasi oleh ekspor lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) senilai US$ 49,36 juta atau 53,06 persen dari total ekspor.
Negara tujuan ekspor terbesar Sulut di bulan September lalu adalah Belanda sebesar UU$ 21,38 juta atau 22,99 persen dari total nilai ekspor.
Nilai FOB ekspor nonmigas Sulut September senilai US$ 93,03 juta mengalami kenaikan 5,51 persen dibandingkan Agustus bulan lalu senilai 5,51 persen yang senilai US$ 88,17 persen (m-to-m).
Bila dibanding bulan yang sama pada tahun lalu, nilai ekspor September 2022 tahun ini mengalamai kenaikan sebesar 10,79 persen.
Kontributor komoditas ekspor tertinggi September 2022 didominasi komoditas lemak dan mintak hewani/nabati (HS 15) dengan kenaikan share terhadap total ekspor sbesar 53,6 persen dibandingkan Agustus sebesar 48,75 persen.
Negara tujuan komoditas ekspor September ini yaitu Belanda, Amrika Serikat, Tiongkok, Korea Selatan, Spanyol, dan Malaysia.
Nilai FOB ekspor komoditi HS 15 ini mengalami kenaikan sebesar 14,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Bila dinadingkan dengan bulan yang sama tahun 20221(y-on-y) mengalamii penurunan sebesar 15,6 persen.
Sementara itu, volume ekspor Sulut September 2022 mengalami peningkatan sebesar 19,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya, Agustus 2022.
Komoditas yang mengalami peningkatan volume ekspor terbesar adalah kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) dengan kenaikan sebesar 40,56 persen.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan volume eskpor terbesr adalag produk kimia (HS 38) dengsan penurunan sebesar 70,31 persen. (*)
