Mei 13, 2026

Pengembangan Ekonomi Biru Desa di Kepulauan, JGKWL Sudah Melakukan Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh. Lanjutkan 2 Periode!!

Minut, suluthebat.id- Debat publik ketiga Pilkada 2024 yang digelar KPU Minahasa Utara (Minut), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Minut Joune Ganda dan Kevin W. Lotulung (JGKWL), tampil maksimal dalam menjawab setiap pertanyaan dari panelis, maupun dari Paslon lainnya.

Debat publik ketiga yang merupakan pamungkas dari debat sebelumnya, yang kali ini mengangkat tema “Minahasa Utara yang Maju Berkembang dan Berkelanjutan Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Dengan sub tema, Penguatan wawasan kebangsaan dan NKRI, Penegakkan Hukum dalam menunjang pemerintahan untuk kesejahteraan rakyat, Akselerasi pembangunan ekonomi Minahasa Utara, dan Sinkronisasi program pemerintah kabupaten, Provinsi, dan Pusat.

Pada salah satu pertanyaan, terkait Akselerasi Pembangun di Minahasa Utara, yaitu, dimana salah satu strategi ekonomi yang dicanangkan oleh Bapenas adalah pengembangan ekonomi biru yaitu nilai ekonomi yang berbasis pada sumber daya laut Indonesia. Sebagai kabupaten yang memiliki wilayah pesisir sepanjang 292,29 kilometer, Minahasa Utara memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikelola dengan tepat. Pertanyaanya, Desa di kepulauan?

Dengan mantap JGKWL menjawab, bahwa selama ini sudah dilakukan kegiatan Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh (PKPT). Pada tahun 2023 JGKWL melakukannya di desa Bahoi, dan juga di desa Bulutui selama 3 tahun. Itu adalah salah contoh kongkrit yang JGKWL lakukan. Kemudian  juga melakukan penguatan – penguatan kapasitas nelayan dan komunitas pesisir dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para nelayan dan masyarakat yang ada di pesisir, tentu dengan mengedepankan manfaat – manfaat pengetahuan tentang keberlangsungan lingkungan.

“Kita sudah melakukan pembangunan infrastuktur untuk mendukung para nelayan dan masyarakat yang ada di pesisir, tentu juga dengan memperhatikan ekosistem yang ada di masyarakat pesisir sehingga tidak mengganggu atau merusak lingkungan. Kami juga memberikan bantuan atau membangun fasilitas air bersih kepada masyarakat pesisir dan kepulauan sehingga mereka mendapatkan akses air bersih yang baik.” jelas Joune Ganda.

Lebih lanjut ia menuturkan, ini juga merupakan bagian dari pengembangan wisata yang ramah lingkungan, dimana kita mengembangkan desa wisata yang berbasis pada konserfasi laut.

” Terakhir kita melakukan beberapa promosi terhadap desa-desa yang mengembangkan wisata di Minut, sehingga mereka mendapatkan manfaat yang terbaik, tentang apa yang mereka lakukan di desanya. Tentunya, apa yang mereka lakukan itu juga bisa menghasilkan bagi peningkatan pendapatan masyarakat yang ada di desa.” ujar JG. (Vivi)