Mei 26, 2026

‘Koalisi’ PDI Perjuangan, PKS, dan PA 212 Tolak Timnas U-20 Israel

Jakarta, suluthebat.com- Jelang perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia Mei mendatang, PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Persatuan Alumni 212, satu suara menolak kehadiran Timnas U-20 Israel.

Padahal di kancah politik nasional, PDI Perjuangan, PKS, dan PA 212 de facto sulit berkoalisi, sulit bekerja sama, ibarat air dan minyak.

Koalisi aneh ini bermula dari keikutsertaan Timnas Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Reaksi paling garang terhadap rencana kehadiran Timnas U-20 Israel itu disuarakan PA 212.

Senin (20/3) lalu, PA 212 yang di dalamnya bergabung sejumlah ormas ‘Islam Kanan’ seperti FPI dan Hitzbur Thahir menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta.

Orma Islam pendukung fanatik Anies Baswedan dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 ini mengancam akan mencegat Timnas U-20 Israel di bandara.

Para peserta unjuk rasa juga membentangkan sejumlah poster bernada keras.

Bahkan ada poster yang bernada keras terhadap Presiden Joko Widodo berbunyi  “Jokowi failed”.

Seorang orator berteriak lantang dari atas mobil komando, “pemerintah berkianat”.

“Israel menjajah. Indonesia sepakat penjajahan di dunia harus dihapuskan!” teriak sang orator.

“Bela Palestina, tolak tim U-20 Israel ke Indonesia,” teriaknya lagi.

Cegat Timnas Israel di Bandara

Staf Sekum DPP FPI, Husein, yang hadir di lokasi unjuk rasa mengatakan rencana mencegat Timnas U-20 Israel di bandara merupakan pilihan terakhir.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin. Kalau pemerintah kita tetap menerima memaksa untuk mendatangkan berarti itu kan jelas-jelas melanggar konstitusi, kita akan datang ke bandara,” ancamnya.

Husein mengatakan pihaknya menolak kedatangan Timnas U-20 Israel karena Israel hingga saat ini masih menjajah Palestina.

Unjuk rasa ini, lanjutnya, merupakan amanat UUD 1945 yang menyatakan Indonesia menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.

“UUD 1945 itu tertulis bahwa kemerdekaan ialah hak segalanya bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” jelasnya.

Israel, kata Husein, bukan hanya menjajah Palestina, tetapi juga melakukan hal keji seperti membunuh rakyat Palestina.

“Bukan hanya yang bertempur tapi rakyat sipil pun, termasuk ibu-ibu dan anak-anak pun tidak luput dari aksi kekejian dan kebiadaban dari zionis Israel,” tuturnya.

Menurutnya, Indonesia akan menyakiti rakyat Palestina jika menerima Timnas Israel U-20, apalagi Indonesia berutang budi pada Palestina.

“Palestina ini adalah negara Timur Tengah yang mengakui kemerdekaan Indonesia saat awal-awal kemerdekaan Indonesia di mana seluruh dunia belum ada yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” terangnya.

MUI : Israel Zionis, Semua Ormas Islam Tolak                                    
Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang anggotanya seluruh ormas Islam di Indonesia tak kalah lantang bersuara keras.

Ketua Komisi Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI, Sudarnoto Abdul Hakim, menyebut semua ormas Islam di tanah air telah bersepakat menolak tegas kehadiran Timnas Israel U-20 untuk berlaga di Indonesia.

Sudarnoto menyatakan, hal itu telah disepakati dalam pertemuan antara MUI dengan ormas-ormas Islam di Indonesia belim lama ini.

“Semua ormas Islam yang hadir menyatakan sikap menolak kehadiran Timnas Israel,” ujarnya.

“Zionis Israel adalah penjahat dan penjajah,” ucapnya.

Selain itu, kata Sudarnoto, Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak akan pernah membuka hubungan diplomatik sepanjang Palestina masih dijajah.

Ia juga menambahkan MUI dan seluruh ormas Islam di tanah air tetap memperkuat solidaritas kepada rakyat dan bangsa Palestina yang selama ini menjadi korban dari agresi, aneksasi, genosida dan politik apartheid Israel.

Menurutnya, persatuan dan kesatuan bangsa harus dirawat, diperkuat, dan dilindungi dari ancaman disintegrasi yang diakibatkan oleh kontroversi dan pro-kontra kehadiran Timnas U-20 Israel ini.

PDI Perjuangan Tiru Bung Karo

Bak disambar petir di siang bolong, di tengah maraknya aksi unjuk rasa kelompok Islam Kanan, beredar surat Gubernur Bali yang juga kader PDI Perjuangan yang isinya menolak kehadiran Timnas U-20 Israel.

Surat bernomor T.00.426/11470/SEKRET meminta Menteri Olahraga mengambil kebijakan melarang Timnas U-20 Israel bermain di Indonesia.

“Kami mohon agar Bapak Menteri mengambil kebijakan untuk melarang tim dari negara Israel ikut bertanding di Provinsi Bali. Kami, Pemerintah Provinsi Bali menyatakan menolak keikutsertaan tim dari negara Israel untuk bertanding di Provinsi Bali,” bunyi isi surat tersebut.

Satu dari enam stadion penyelenggaran Piala Dunia U-20 adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali.

Ketua Bidang Keagamaan dan Ketua Bamusi DPP PDI Perjuangan, Prof Dr Hamka Haq, menilai kebijakan politik Israel terhadap Palestina tidak sesuai dengan kebijakan politik pemerintah Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, tidak ada hubungan diplomatik antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Israel.

Hamka menilai wajar banyak warga menolak kehadiran Timnas U-20 Israel.

Menurut Hamka, penolakan warga dan ormas Islam di tanah air sama dengan prinsip Presiden Sukarno, yang tidak mengakui Israel sebagai negara.

“Ya penolakan terhadap Israel itu berdasarkan prinsip Bung Karno, bahwa Bung Karno tidak akan mengakui negara Israel sebelum memerdekakan Palestina. Sampai sekarang prinsip itu dipegang oleh negara kita, termasuk oleh masyarakat luas,” ujar Hamka di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/2) lalu.

Penolakan tersebut, lanjut Hamka, tidak melanggar konstitusi.

“Penolakan itu berdasarkan sejarah kita sendiri. Artinya, tidak melanggar konstitusi kita, tidak melanggar prinsip, meski sebenarnya selama ini sudah ada jalinan-jalinan hubungan informal dengan Israel,” terangnya.

PKS Dukung Sikap Tegas PDIP

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Syura PKS Hidayat Nur Wahid mendukung sikap tegas PDI Perjuangan yang menolak kedatangan Timnas U-20 Israel.

Menurut Hidayat, sikap PDI Perjuangan melalui Ketua DPP Bidang Keagamaan dan Ketua Bamusi Prof Dr Hamka Haq, dan Gubernur Bali yang juga kader PDI Perjuangan sudah sesuai dengan konstitusi dan teladan yang pernah dicontohkan oleh Presiden Soekarno.

Oleh karena itu, lanjutnya, tidak ada lagi alasan bagi pemerintah dan PSSI untuk tidak mengikuti sikap penolakan tersebut, dan menindaklanjutinya dengan mendesak FIFA untuk mencabut keikutsertaan Israel dalam ajang Piala Dunia U-20.

“Sebagaimana pada tahun 1972 IOC karena masalah kemanusiaan pernah mencabut keikutsertaan Rhodesia hanya beberapa hari sebelum penyelenggaraan Olimpiade, sehingga Rhodesia tidak bisa ikut bertanding dalam Olimpiade musim panas di Munich,” ujar Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/3).

Hidayat menambahkan sikap PDI Perjuangan ini merupakan kelanjutan dari sikap yang telah disampaikan PKS menolak kehadiran Timnas U-20 Israel.

Ia berharap dengan semakin banyaknya partai yang menolak, semakin memberi ruang terwujudnya kemerdekaan bagi Palestina.

Sikap tegas PDI Perjuangan, kata Hidayat, bukan hanya perlu diapresiasi, tetapi juga perlu ditindaklanjuti oleh Pemerintah.

“Kita semua tahu bahwa PDI Perjuangan merupakan partai utama pengusung pemerintahan Presiden Jokowi,” katanya.

Untuk itu, Hidayat menilai pemerintah mesti mencoret Israel dari Piala Dunia U-20.

Meski menolak kehadiran Timnas U-20 Israel, Hidayat tetap mendukung Indonesia agar sukses sebagai penyelenggaraan Piala Dunia U-20, seperti halnya Qatar.

Piala Dunia U-20 diagendakan digelar di enam stadion di Indonesia.

Pila Dunia U-20 ini berlangsung dari tanggal 20 Mei hingga 11 Juni 2023.

Masyarakat Indonesia so pasti sangat bangga karena negara kita untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah perhelatan akbar Piala Dunia U-20.

Tapi kita harus kita lebih bangga lagi, di bulan suci Ramadhan ini, PDI Perjuangan, PKS, dan Persatuan Alumni 212 mendadak ‘berkoalisi’ menolak kehadiran Timnas U-20 Israel.

Setidaknya, di bulan suci Ramadhan ini, Indonesia Damai !