Juni 17, 2026

Minsel, suluthebat.com – Wale Paliusan tempat kepercayaan Lalang Rondor Malesung (Laroma) yang terletak di Desa Tondei Dua, Kecamatan Motoling Barat, dihancurkan salah satu warga yang berinisial FS alias Kengki. Kejadian itu terjadi pada hari Selasa (22/06/2022).

Informasi yang dirangkum dari salah satu sumber terpercaya, alasan wale paliusan LAROMA dihancurkan karena dituding sebagai penghayat kepercayaan itu sesat, dan tempat menyembah setan. Padahal kepercayaan tersebut telah diakui oleh negara serta dijamin undang-undang.

“Perusakan dinding rumah dan peralatan-peralatan dapur yang dilakukan oleh Kengki terjadi pada Selasa 21 Juni 2022 sekitar pukul 10.30. Saat kejadian, pemilik rumah bersama keluarga pada saat itu sedang sarapan,” jelas salah satu warga yang takmau disebutkan namanya itu.

Kemudian tindakan itu kembali lagi dilakukan pada hari Rabu 22 Juni 2022, kali ini FS datangi lokasi untuk menebang pohon kelapa dan dirobohkan tepat di rumah tersebut.

Video kejadian perusakan langsung viral di media sosial setelah diposting oleh salah satu warga yang berada di lokasi kejadian melalui akun Facebooknya.

Kejadian itupun langsung mengundang tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat bahkan juga para tokoh masyarakat yang mengecam keras tindakan tersebut.

Hal itu pula langsung mendapat tanggapan serius dari Ketua Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Sulawesi Utara (Sulut) Veldy Reynold yang mengungkapkan, seharusnya tidak ada lagi penistaan, diskri apalagi mengatasnamakan agama terhadap siapa pun.

Veldy meminta agar aparat hukum segera bergerak cepat menindak tegas pelaku perusakan Wale Paliusan itu, karena Indonesia adalah negara hukum.

“Ya, kita hidup di negara hukum, maka siapapun yang menjadi pelaku perusakan harus mempertanggungjawabkan tindakannya dihadapan hukum,” pungkasnya kepada media ini, Sabtu 25/06. (**/Pro)