Indeks Literasi Keuangan Sulut Rendah, Banyak Korban Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal

Manado, suluthebat.com-Kepala Ototritas Jasa Keuangan Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutgomalut) Winter Marbun mengungkapkan rendahnya indeks literasi keuangan di Sulut yakni sebesar 38,83 persen.
Winter menambahkan rendahnya indeks literasi keuangan ini tidak diimbangi dengan inklusi keuangan Sulut yang mencapai 83 persen.
Sebagai akibatnya, kata Winter, banyak masyarakat yang jadi korban penipuan investasi bodong, pinjol ilegal dan lain-lain.
“Kalau masyarakat tahu, paham risiko, tidak akan jadi korban,” ujar Winter dalam Media Gathering Kondisi Terkini Perbankan Sulawesi Utara Gorontalo yang digagas Bank SulutGo di Luwansa Manado, Senin (17/10/2022).
Winter mengatakan indeks literasi keuangan di Sulut harus terus dipacu. Menurtnya, banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan jasa Industri Jasa Keuangan (IJK) namun belum dibekali dengan pemahaman memadai terkait hal tersebut.
“Idealnya, indeks inklusi dan literasi itu beda-beda tipis. Banyak yang akses, pakai produk dan jasa sekaligus paham manfaat dan risikonya,” katanya.
Dengan adanya gap ini, lanjutnya, konsumen atau masyarakat belum memahami dengan baik karakteristik berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan formal.
“Padahal literasi keuangan merupakan keterampilan yang penting dalam rangka pemberdayaan masyarakat, perlindungan konsumen, dan peningkatan inklusi keuangan,” ujarnya lagi.
Semakin tinggi indeks literasi semakin baik. Literasi yang seimbang dengan inklusi menandakan masyarakat paham produk dan jasa keuangan yang digunakannya
Oleh karena itu, ia mengajak perbankan di Sulut termasuk Bank SulutGoawesi berkolaborasi untuk mendorong indeks literasi dan inklusi keuangan.
Winter menambahkan target indeks literasi keuangan Sulut tahun 2024 sebesar 50 persen. (*)
