Dari Pasar Kumuh, Bersehati Bertransformasi ke Pasar Digital

MANADO, suluthebat.com- DARI jauh, warnanya yang khas sudah kelihatan. Dipandang dari dermaga keberangkatan maupun kedatangan Pelabuhan Manado, sosoknya yang tak lagi kumuh dan semrawut, tersaji dengan sangat apik.
Apalagi jika melintas di Jembatan Soekarno yang terletak di atasnya. Ya..Pasar Bersehati kini mulai bertransformasi, tidak saja sebagai pasar modern, namun juga Pasar Digital tanpa melepaskan identitasnya sebagai pasar tradisional, pasarnya rakyat yang datang berjualan maupun mereka yang membeli kebutuhan sehari-harinya di situ.
Keinginan Pemerintah Kota (Pemkkot) Manado merubah pasar ini sebagai tempat berdagang dan berbelanja yang nyaman, sudah terlihat ketika memasuki pintu utama di bagian selatan.
Kendaraan-kendaraan yang dulu parker tak beraturan, kini tertata dengan baik di areal yang sangat luas yang terdapat di depan, samping dan belakang.
Demikian juga dengan lapak-lapak, sekarang sudah dibuatkan permanen dan berkelompok sesuai jenis dagangannya. Tak hanya di lantai basement, ternyata ada juga lantai kedua yang arsitekturnya sangat menyejukkan mata.
Tepat di pinggiran Kuala Jengki, dan bersebelahan dengan dermaga Pariwista Kalimas, yang dulu penuh dengan tumpukan sampah dari berbagai jenis, baik yang dibawa Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano maupun yang “sengaja” teronggok di situ, dengan leluasa pengunjung bisa memandang ke arah pelabuhan, hanya sepelemparan batu, melihat saudara-saaduara kita dari Kepulauan Sangihe, Sitaro ataupun Talaud datang pada pagi atau berangkat di sore harinya. Tak jauhdari situ, terdapat sebuah taman dengan rumput yang baru ditanam dan sedang disiram agar makin subur.
Di mulut Kuala Jengki itulah satu pesona yang tak kalah indahnya tersaji kala matahari mulai terbenam. Sambil menyeruput kopi, the atau minuman ringan lainnya, dengan pengananan yang dapat dipesan di salah satu los yang ssudah ditata dengan sangat eksotik dengan lampu berwarna-warni; pengunjung dapat menikmati indahnya sunses dari balik Jebatan Soekarno. Dari tempat itu, _Perfec_yang dinyanyikan Ed Sheeran akan makin membawa pengunjung ke suasana melow. Berbeda dengan sebelum penataan di mana para penjual saling beradu lagu dari alat musik yang dipunyainya. Musiknya pun beragam.
Berubahnya Pasar Bersehati ini diakui Jeffry Pasinaung, salah satu warga utara Manado, sangat mengagumkan.
Konsep penataannya tinggal dipoles sedikit dengan kawasan di sekitarnya.
“Sangat indah,” ungkap Jeffry yang bersama temannya sengaja datang untuk membuktikan “dengan mata dan kepala sendiri” Pasar Bersehati yang sudah menjadi buah-bibir warga itu.
Di tempat ini pun, Pemkot Manado melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar, tengah mempersiakan satu hangar lagi yang khusus menyajikan ikan bakar dari tude hingga rahang tuna.
“Di lokasi ini semua ikan bakar. Pengunjung tinggal memilih jenis yang disukainya dari yang kecil hingga besar, dari yang warnanya merah, biru, kuning semuanya tersedia,” jelas Direktur Pengembangan Bisnis PD Pasar, Jeffry Salilo yang pada Senin (7/11/2022) sore itu sedang bersama Dirut Lucky Senduk.
Menurut Salilo Pasar Bersehati memang sedang dirubah total, bukan saja penataan gedung dan areal lainnya namun juga model transaksinya. Interaksi transaksi mulai diarahkan agar memanfaatkan teknologi digital yang kini mulai akrab di masyarakat.
Antar pemasok dengan pedagang di Bersehati ini tak lagi tunai. Dorang (mereka) sekarang sudah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), standardisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia untuk mempermudah, mempercepat dan terjaga keamanannya.
Rancangan kedepan, jelas mantan Direktur Kepatuhan Bank SulutGo (BSG) ini, pembeli di Pasar Barsehati inipun tinggal meng-QRIS transaksinya di barcode yang tersedia.
“Sehingga belanja di pasar ini tidak saja nyaman karena tempatnya sudah tertata rapi, tapi mudah dan aman,” kata penggemar olahraga golf ini tersenyum ramah.(dki)
