Juni 17, 2026

Apel Siaga Pendamping Keluarga TPK Nusantara di Minahasa Dipimpin Kepala BKKBN Melalui Zoom

Minahasa, suluthebat.com – Sekda Frits Muntu, S.sos, Ketua TP PKK Kabupaten Minahasa Dra.Fenny Roring Lumanaw bersama Kadis DPPKB Kabupaten Minahasa Syul Panambunan, SE. MAP Bergerak Mengikuti Apel Siaga Pendamping Keluarga TPK Nusantara Melalui Video Zoom Yang dipimpin Kepala (BKKBN ) Hasto Wardoyo yang dilaksanakan di Ruang Sidang kantor Bupati, Jumat (13/05/2022).

Kadis DPPKB Kabupaten Minahasa Syul Panambunan, SE. MAP mengatakan kader KB akan datang ke rumah para keluarga sasaran untuk melakukan pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data, selain melakukan KIE (komunikasi, edukasi dan informasi) pencegahan stunting.

“Tentunya harus dilakukan bersama mengingat kader keluarga berencana (KB) juga merupakan bagian dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersama-sama dengan pendampingan dari tenaga kesehatan seperti bidan, dan kader Pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK),” ujarnya.

Ia juga berharap kiranya dapat memberikan data yang akurat, sesuai kondisi sebenarnya. Petugas verifikasi dan validasi (verval) akan mencatat dan melaporkan adanya pemutakhiran atau perbaikan data keluarga sasaran, menggunakan formulir keluarga berisiko stunting.

Formulir ini sedikitnya mencatat nama kepala keluarga dan alamat, serta keberadaan anak baduta, balita, pasangan usia suburban (PUS), dan ibu hamil.

Selain itu faktor-faktor lain ikut dicatatkan, seperti kondisi lingkungan (ada atau tidaknya sumber air minum layak, dan jamban layak), kondisi keberadaan keluarga dengan kategori risiko, dan keberadaan kasus stunting, dan ada atau tidaknya pendampingan dari tim pendamping keluarga.

Seperti ibu hamil, ibu pasca persalinan, anak usia 0-59 bulan, serta melakukan surveilans keluarga berisiko stunting untuk mendeteksi dini faktor-faktor risiko tersebut.

Dijelaskannya pula, stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak berulang di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yaitu dari janin hingga anak berusia 2 tahun.

Harapan kita semua ini dapat merapatkan barisan untuk bersama-sama menggalakan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi yang baik antar semua pihak.

Kadis DPPK Kabupaten Minahasa Syul Panambunan, SE. MAP kepada wartawan menyampaikan kegiatan Apel Siaga Pendamping keluarga Nusantara untuk mendata risiko stunting yang dinamis dari waktu ke waktu, membutuhkan kebutuhan, validasi, dan sekaligus pemutakhiran agar pemerintah memiliki data sasaran yang valid dan akurat yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penajaman sasaran pendampingan keluarga maupun intervensi keluarga risiko stunting yang terdiri dari ibu hamil, balita (0-59 bulan), balita (0-23 bulan) Ungkap ,

Kegiatan tersebut di hadiri Kadis Sosial dr. Maya Rambitan, Kadis Kominfo Agustivo Tumundo, Forkopimda dan Tim Pendamping Keluarga Desa dan Kelurahan. (Vid)