Mei 26, 2026
IMG_20230306_131311_766

Manado, Suluthebat.com – Komitmen Sandra Rondonuwu (SaRon) dalam memperjuangkan nasib petani, khususnya di Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa Tenggara (Mitra), tak pernah kendor. Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Badan Keuangan Aset Daerah, Senin (6/3/2023) pagi, Ketua Komisi II DPRD Sulut itu mencecar sejumlah pertanyaan menohok kepada instansi terkait.

Kali ini Ia mendorong Dinas Perkebunan Provinsi Sulut untuk lebih memperhatikan petani-petani gula merah yang ada di Sulawesi Utara.

Di depan Kadis Perkebunan, SaRon memaparkan bagaimana hasil olahan pohon seho itu dapat berperan besar dalam perekonomian Provinsi Sulawesi Utara.

“Provinsi Sulut dianugerahkan oleh Tuhan pohon yang luar biasa, Pohon Seho. Ini pohon kalau kata petani, ditanam bibitnya cuma dilempar saja dia bertumbuh. Ini pohon yang multiguna, artinya dia merupakan komoditi yang memiliki nilai ekonomi luar biasa”, paparnya.

Kata dia, melihat dari potensi harga gula merah yaitu Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu dan gula semut yang merupakan hasil olahan gula merah yang saat ini bisa mencapai Rp 60 ribu perkilo, artinya dalam satu tahun bisa menghasilkan miliaran rupiah, itu sangat menunjang perekonomian masyarakat.

“Setiap pohon seho bisa menghasilkan nira 5 hingga 7 liter, itu bisa menghasilkan 1 kilogram gula. Kalau setiap pohon 10-15 liter, maka dia akan menghasilkan 2-3 kilogram gula merah perhari. Nah kalau dalam 1 hektar kita tanam 200 pohon maka kita dapat kalikan, berapa miliar dalam satu tahun bisa beredar di sulut hanya dengan gula merah”, ujar srikandi Partai berlambang moncong putih itu.

Oleh karena itu, SaRon meminta kepada dinas perkebunan untuk memberikan bantuan kepada para petani gula merah, karena menurutnya komoditi tersebut memiliki nilai perekonomian yang sangat tinggi. Selain itu, bantuan yang diberikan dapat menaikan kualitas produksi gula merah bagi para petani. (Vil)