Mei 31, 2026

Ekonomi Sulut 2022 Tumbuh 5,42 Persen, Triwulan IV Mencapai 6,47 Persen

0

Manado, suluhebat.com- Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,42 persen dibandingkan dengan tahun 2021. Sementara di triwulan IV, mencapai 6,47 persen (q-to-q).

Demikian press release Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara, Asim Saputra, Senin (6/2/2023).

Saputra menjelaskan pertumbuhan 5,42 persen ini akibat dari proses pemulihan ekonomi (recovery economy) serta meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Dari sisi produksi, kata Saputra, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh sebesar 12,41 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, lanjutnya, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT yang tumbuh sebesar 6,94 persen.

Saputra menambahkan pertumbuhan ekonomi Sulut triwulan IV-2022 sebesar 6,47 persen (q-to-q).

Pertumbuhan 6,47 persen (q-to-q) ini akibat dari permintaan akhir tahun yang melonjak karena adanya libur sekolah, Natal, dan tahun baru.

Dijelaskan, dari sisi produksi, sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Jasa Lainnya, yakni sebesar 18,84 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 20,56 persen.

Dibandingkan 2021, kata Saputra, pertumbuhan eknomi Sulut triwulan IV 2022 sebesar 5,20 persen.

Dari sisi produksi, lanjutnya, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang tumbuh 10,77 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,66 persen. 

Saputra memaparkan struktur perekonomian Sulut menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada tahun 2022 didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, perdagangan besar dan eceran.

Selain itu, reparasi mobil dan sepeda motor, konstruksi, industri pengolahan, dan transportasi dan pergudangan dengan share masing-masing sebesar 20,90 persen, 13,32 persen,11,44 persen, 10,67 persen dan 10,30 persen. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *