April 29, 2026

Antusias Warga “Bok Kampung Baru” Rayakan HUT RI ke 77, Hias Lorong Hingga Penambalan Jalan Berlubang dan Pemasangan Lampu Jalan.

Manado, Suluthebat.com – Dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 77, perkumpulan warga yang menamakan daerah mereka dengan nama “bok kampung baru”, kelurahan Teling Atas Lingkungan 5, Kecamatan Wanea, kota Manado, bahu-membahu menghiasi lorong mereka dengan nuansa merah putih. Bukan hanya itu, penambalan jalan berlubang hingga pemasangan lampu jalan pun mereka lakukan untuk kenyamanan setiap warga yang melintas.

Hebatnya, dana dari pembelian atribut dan pembelian bahan untuk penambalan jalan hingga pemasangan lampu jalan sampai pada konsumsi untuk hari penyelenggaraan kegiatan mereka dapatkan bukan dari bantuan ataupun donatur dari pihak manapun ataupun pemerintah setempat, melainkan dari dana yang terkumpul melalui berbagai kegiatan pencarian dana yang mereka lakukan dua bulan lamanya.

Inisiatif warga ini diharapkan bisa menjadi pendorong untuk lebih mempererat kebersamaan dan kekeluargaan dalam lingkup kerukunan warga “bok kampung baru” sendiri, tanpa memandang suku ras dan agama. Hal itu disampaikan oleh salah satu tokoh agama setempat, penatua Spener Lalandos, rabu (17/08/2022).

“Ya dengan ini tentunya diharapkan bisa tetap menjaga kerukunan, saling membantu satu sama lain yang merupakan wujud semangat gotong royong, mau torang agama apa, suku apa, torang tinggal dalam satu rukun tetangga, semua sudah seperti saudara. Satu pesan dari hari kemerdekaan ini kita semua warga khususnya yang tinggal sepanjang lorong bok ini, kita bisa menjaga toleransi, dan tetap meminimalisir setiap hal yang bisa memecah belah persatuan kita semua”, ucap penatua kolom 5 GMIM Betel Teling Atas itu.

Sama halnya dengan yang disampaikan tokoh agama setempat, salah seorang ibu yang terlibat langsung dalam penggalangan dana kegiatan ini mengungkapkan kepada awak media suluthebat.com, ini merupakan momentum untuk menonjolkan kerukunan dalam kehidupan bertetangga. Beliaupun menyampaikan bahwasannya banyaknya “nada sumbang” yang mengarah ke kegiatan ini yang menganggap terselenggaranya kegiatan ini mulai dari pembelian atribut hingga bahan material penambalan jalan berlubang dan pemasangan lampu jalan merupakan hasil dari sumbangan ataupun donatur pihak-pihak lain maupun anggota DPRD yang tinggal disekitar tempat tinggal mereka.

“Banyak yang langsung menyimpulkan torang pe kegiatan ini dari sumbangan anggota dewan. Itu tidak benar. Ini murni hasil dari kemandirian masyarakat sini yang begitu antusias untuk gotong royong mencari dana”, ungkap seorang ibu yang tidak mau menyebutkan namanya.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah seperti hiburan rakyat yang turun temurun sudah dilakukan. Seluruh kegiatan dimulai setelah seluruh warga berkumpul menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Doa buka, kemudian diikuti dengan makan bersama. Suasana semakin meriah setelah diadakannya berbagai perlombaan tradisional yang di ikuti anak anak, remaja, pemuda, ibu-ibu hingga bapak-bapak.

Bahkan perayaan tahunan yang diadakan oleh komunitas “bok kampung baru” ini bukan hanya dihadiri oleh warga setempat, bahkan warga sekitar turut hadir dan memeriahkan kegiatan demi kegiatan yang diselenggarakan, dari setiap perlombaan hingga hiburan rakyat. (Vil)