Juni 1, 2026

Riky Rondonuwu Si Anak Petani Cap Tikus Sukses Sandang Gelar Sarjana Pendidikan

Minsel, suluthebat.com – Berlatar belakang keluarga yang kesehariannya mencari nafkah lewat mengolah dan petani menjual Cap Tikus, Adalah Riky Rondonuwu seorang anak sukses menyandang gelar Sarjana Pendidikan.

Riky Rondonuwu meraih cita-citanya setelah menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ilmu Keolahragaan, Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Negeri Manado (UNIMA).

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi, Riky mengucapkan puji syukur kepada Tuhan karena perkuliahan di Fakultas Ilmu Keolahragaan telah berjalan dengan baik.

“Selanjutnya saya tinggal mengikuti proses Tuhan. Semoga juga ditemukan agar apa yang saya cita-citakan dapat terwujud,” ujar Riky kepada media ini, Kamis (31/03/2022).

Usai mengikuti proses upacara wisuda, Riky menangis menangis karena masih belum percaya meskipun berlatar belakang seorang anak petani.

Kebetulan saya berasal dari keluarga petani, sehingga tahu apa saja yang dihadapi para petani, termasuk nasib beberapa petani cap tikus yang prihatin dengan masa depan produk lokal cap tikus yang masih dibayangi oleh orang-orang karena keberadaan legalitasnya. Saya harap kedepannya para petani cap tikus bisa mengola dengan tenang serta berharap cap tikus mendapatkan tempat dan pengkuan di tanahnya sendiri,” jelasnya.

ada Riky adalah putra dari pasangan Hani Rondonuwu yang adalah seorang petani Cap Tikus, dan Steni Liando ibu rumah tangga yang tinggal di desa Malola, Kecamatan Kumelembuai, Minahasa Selatan.

Untuk kehidupan sehari-hari, ayah berprofesi sebagai petani cap tikus yang menyadap air nira dari pohon aren satu ke pohon lainnya dengan jarak yang cukup jauh, mengumpulkan hasil nira yang banyak untuk menjadi cap tikus.

Prestasi dan semangat yang telah lahir sejak duduk di bangku sekolah, membuat percaya dan melanjutkan untuk melanjutkan studinya di perguruan tinggi meskipun berlatar belakang seorang anak petani.

Dia juga dikenal sebagai seorang pemuda yang aktif dalam pelayanan gereja, sehingga dapat dipercayakan menjadi Penatua Pemuda di Jemaat GMIM Yudea Malola.

Meski sibuk kuliah namun Riky tetap bisa membantu orangtuanya. Dia tidak malu ikut membantu menyadap air nira pohon sampai akan diolah nanti ketika dia pulang kerumahnya.

Di akhir pembicaraan, Putra Desa Malola itu berpesan kepada adik kelasnya yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk tidak putus asa dalam usaha meraih cita-cita. Sebab jika ada kemauan pasti akan ada jalan, seperti juga yang sudah dijalaninya.
(Budz)