Juni 18, 2026

MANADO, Suluthebat.com – Wali Kota Manado Andrei Angouw berharap Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dapat bergerak lebih cepat selain untuk menyesuaikana dengan perkembang teknologi digital, juga bagi peningkatan pendapatn daerah.

Saat mengukuhkan TP2DD Kota Manado, Kamis (17/6/2021) di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara, Andrei mengibaratkan keengganan beradaptasi dengan perubahan itu seperti dinosaurus yang pada akhirnya punah.

Dia mengatakan, saat ini dunia bergerak sangat cepat , sehingga siapapun yang mau maju harus mau berubah dan mengikui perkembangan itu, termasuk revolusi di bidang digital.

Oleh karena itu Walikota Andrei Angouw berharap semua koponen di Kota Manado, khususnya TP2DD, harus lebih fokus pada  percepatan digitalisasi. “Jika tidak, kita pun akan seperti dinosaurus.,” ujarnya.

Dengan dibentuknya TP2DD ini Andrei Angouw memastikan Pemkot  Manado dapat bergerak lebih cepat, sekaligus memacu proses digitalisasi berjalan lebih baik, misalnya dengan adanya virtual account bagi wajib pajak, hingga penerimaan dan pembayaran secara nontunai.

Kurang efektifnya penerapan digitalisasi di Manado itu, kata dia, antara lain dapat dilihat dari masih minimnya jumlah wajib pajak restoran yang hingga kini hanya berjumlah 500. “Jika digitalisasi ini berjallan baik, angkanya akana jauh lebih besar dari itu,” tambahnya.

Menurut Andrei, digitalisasi akan berdampak besar pada banyak hal termasuk peningkatan pendapatan daerah yang nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan. “Saya sangat serius membenahhi digitalisasi. Style saya, apa yang saya bilang artinya sesuatu yang diseriusi,” tegas Andrei.