Juni 18, 2026

Meeting TPID, Walikota Andrei Sebut Faktor Kemiskinan Warga Adalah Inflasi

MANADO, suluthebat.com– Walikota Andrei Angouw  beserta Wakil Walikota Manado Richard Sualang, menghadiri Rapat High Level Meeting TPID dan Pengukuhan TP2DD Kota Manado 2021 di Kantor Bank Indonesia (BI) Manado, (17/6/2021).

Kegiatan ini dalam rangka Pencanangan upaya Pengendalian inflasi di Kota manado melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta untuk mengukuhkan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Manado.

Dalam sambutannya.  Kepala Perwakilan BI Sulut  Bpk. Arbonas  Hutabarat yang menyampaikan Perkembangan Perekonomian Sulut termasuk di Kota Manado serta Perkembangan inflasi di Kota Manado.

Hutabarat menjelaskan terkait PDRB Kota Manado serta PDRB Sulut, serta mengulas soal perdagangan termasuk perkembangan harga-harga Komoditas strategis pertanian dan juga perikanan di Kota Manado.

Walikota Andrei merasa khawari terait inflasi jika tidak diantisipasi.

“Faktor terbesar kemiskinan masyarakat adalah inflasi, apalagi jika inflasi tak terkendali. Inflasi adalah pembunuh berdarah dingin,” terang Andrei.

Walikota menyampaikan kondisi perdagangan di Kota Manado saat ini, ketersediaan barang serta pengoperasian pasar-pasar yang ada di Kota Manado.

Selesai arahan Bapak Walikota, forum pertemuan dan pembahasan melakukan dialog peserta yang hadir dengan Bpk. Walikota, Wakil Walikota dan Kepala Perwakilan BI Sulut.

Hangat dalam dialog adalah soal pemanfaatan Pasar-Pasar yang ada serta kontribusi PD Pasar ini terhadap perekonomian di Kota Manado. Bahasan soal ini diawali oleh pendapat dan pandangan Dirut PD Pasar Manado Bpk. Roland Roeroe soal kondisi Pasar saat ini dan berbagai masalah yang muncul serta antisipasi yang akan dilakukan kemudian.

Dalam tanggapannya, Walikota sendiri menyampaikan akan fokus pada distorsi yang ada di PD Pasar.

“Jangan sampai ada retribusi ganda karena ada Perusahaan dalam Perusahaan,” singgung Pak Walikota. Bagi Walikota retribusi ganda akan merugikan konsumen yakni masyarakat karena ekonomi biaya tinggi dan ini juga memicu inflasi.

Walikota Manado memotivasi kerja TPID termasuk mendorong kepada program-program digitalisasi. Digitalisasi ini harus diseriusi agar kita tidak ketinggalan terutama bagaimana memacu kerja-kerja kita agar kebih cepat dan efisien.

“Target-target Pajak dan retribusi supaya dapat ditingkatkan dan warning kepada Bapenda Kota Manado. Ini akan mendorong peningkatan PAD di Kota Manado,” tegas Walikota. (***)