Agustus 12, 2026

Salurkan BLT, Pemdes Motoling Mawale Proaktif Perhatikan Kondisi Kesehatan Masyarakat

Minsel, suluthebat.com – Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang menjadi milik masyarakat dan menyatu dalam kehidupan dan budaya masyarakat. Posyandu berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan ketrampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat serta mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKABA). Posyandu diselenggarakan untuk para Balita dan Lansia.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Motoling Mawale, Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan, Senin (29/05/2023).

Pemdes terus proaktif memberi dukungan kegiatan posyandu yang bertujuan untuk meningkatkan gizi pada bayi dan balita, mengetahui tumbuh kembang pada bayi dan balita serta memberikan makanan tambahan serta susu 70 dus, juga pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil dan Lanjut Usia (Lansia) secara gratis karena sudah dianggarkan melalui anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023.

Pejabat Hukum Tua Crestofel Sendow mengatakan, dengan adanya kegiatan posyandu ini berharap kesehatan masyarakat bisa lebih diperhatikan dan Kegiatan posyandu di desa terbagi menjadi 2, yaitu posyandu Balita dan Posyandu Lansia, dalam menjalankan semua kegiatan posyandu tersebut petugas kesehatan atau bidan desa dibantu oleh kader posyandu.

“Untuk kegiatan posyandu bayi dan balita dan lansia kita pusatkan di kantor desa oleh petugas Kesehatan UPT Puskesmas Motoling,” kata Sendow.

Atas nama Pemerintah Desa Sendow berharap kepada masyarakat untuk selalu hadir dan proaktif dalam kegiatan posyandu untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak, selain itu masyarakat juga bisa berkonsultasi kepada petugas kesehatan guna memantau kesehatan bagi para lansia.

Kegiatan Posyandu ini juga diakhiri dengan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai tahap 1 dicairkan untuk bulan Mei per triwulan.
Sebanyak 20 KPM penerima Bantuan Langsung Tunai tahap 1 yang bersumber dari Anggaran Dana Desa.

Dalam penyaluran BLT didampingi oleh BPD, Perwakilan LPM, Bendesa, tokoh masyarakat,serta Perangkat Desa untuk pemantauan langsung pencairan Bantuan Langsung tunai.

“Bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah agar digunakan dengan sebaik mungkin guna menopang perekonomian bagi masyarakat, BLT merupakan salah satu bentuk Perhatian Pemerintah kepada masayarakat, jadi saya harapkan bantuan ini digunakan dengan sebaik mungkin,” pungkasnya.

Untuk menetapkan 20 KK ini merupakan hasil kesepakatan keputusan dari Musyawarah bersama.(Rand)