Pembangunan Fisik 90,52 %, Erick Thohir : LRT Jabodetabek Beroperasi Kuartal III 2023

Jakarta, suluthebat.com- Per 1 Maret 2023, pembangunan fisik Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek sudah mencapai 90,52 %.
LRT Jabodetabek ini dipastikan mulai beroperasi di kuartal III 2023 ini.
Demikian disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Senayan Jakarta, senin (19/3/2023).
“LRT Jabodebek sekarang sudah 90% dan mudah-mudahan di kuartal III bisa mulai operasi,” ujar Erick.
Sebelumnya, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menargetkan moda transportasi massal ini beroperasi pada Juli 2023.

Menurutnya, LRT Jabodebek diharapkan menjadi alternatif untuk mengurai kemacetan.
“Hingga saat ini progres LRT Jabodebek sudah mencapai 90,04%. Kami semua optimis bahwa LRT Jabodebek beroperasi pada Juli 2023 sehingga segera dapat melayani masyarakat dan menjadi salah satu alternatif transportasi terbaik untuk mengurai kemacetan di wilayah Jabodebek,” ujar Didiek.
Sementara itu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyebut LRT Jabodebek akan beroperasi pada 12 Juni 2023.
Dirut PT Adhi Karya, Entus Asnawi, mengungkapkan progres pembangunannya sudah mencapai 95%.
“LRT Jabodebek transportasi massal yang kita bangun bersama-sama yang insyaallah mudah-mudahan nanti pada bulan Juni tanggal 12 ini sudah bisa operasional. Dan progresnya saat ini Alhamdulillah sudah 95%,” jelas Asnawi.

Menurut Asnawi, pekerjaan fisik yang masih terlihat ada di sekitar Stasiun Cawang, Jakarta Timur.
Namun untuk pekerjaan utamanya sudah selesai. Saat ini, lanjutnya, sedang dilakukan pengujian fisik, lintasan, sinyal, dan juga sistemnya. Lalu pada April 2023, 27 rangkaian kereta diserahterimakan kepada PT KAI.
“Nanti diharapkan di akhir bulan April 27 rangkaian kereta itu atau trainset sudah bisa beroperasi dan kita akan diserahterimakan ke KAI,” terangnya.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk, kata Asnawi, telah menerima pembayaran termin proyek LRT Jabodebek sebesar Rp 17,2 triliun.
Nilai keseluruhan proyek LRT Jabodebek, lanjutnya, mencapai Rp 23 triliun.
“Sekarang ini dari Rp 23,3 (triliun) kita sudah terima Rp 17,2 (triliun). Alhamdulillah, jadi cukup lancar,” pungkas Asnawi.
Sementara sisa pembayaran, lanjutnya, akan dilakukan setelah serah terima proyek yang direncanakan dilakukan April 2023, bulan depan. (*)
