RDP Komisi III dengan Dinas ESDM Sulut, Liputo Soroti Ketimpangan Anggaran

Suluthebat.id – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyoroti secara tajam kondisi fiskal Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulut yang dinilai berada dalam tahap kritis.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Realisasi Program Triwulan I dan II serta Koordinasi Rencana Program Tahun 2026 di Ruang Rapat Komisi III Kantor DPRD Sulut, Selasa (30/6/2026), performa dinas tersebut dinilai terancam lumpuh akibat ketimpangan alokasi anggaran yang sangat ekstrem.
Anggota Komisi III DPRD Sulut, Amir Liputo, mengungkapkan keprihatinan mendalam saat membedah rincian pemanfaatan anggaran, dimana dari total dana Rp14 miliar, porsi terbesar habis terserap untuk kebutuhan internal birokrasi, yakni sekitar Rp12 miliar dialokasikan khusus untuk belanja pegawai bagi 57 aparatur.
“Dengan kalkulasi matematis yang sederhana, Dinas ESDM hanya menyisakan kurang lebih Rp2 miliar untuk membiayai seluruh program kerja fisik, pengawasan lapangan, perjalanan dinas pemantauan, hingga pemberdayaan energi di masyarakat selama satu tahun anggaran penuh,” ujar Amir.
Melihat keterbatasan dana yang mencekik tersebut, Amir Liputo melayangkan kritik tajam terhadap struktur kelembagaan di bawah dinas, termasuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Ia mendesak pimpinan dinas untuk berani mengambil langkah efisiensi ekstrem dengan mengeliminasi struktur yang tidak berkontribusi nyata pada capaian daerah atau peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Amir juga mempertanyakan sikap proaktif manajemen Dinas ESDM dalam memperjuangkan nasib instansinya ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia menegaskan bahwa dinas tidak boleh pasrah dan harus gigih berargumen demi kepentingan publik yang lebih luas.
