Mei 3, 2026

Manado, sulit hebat.id – Film Mariara yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 28 November mendatang, kini mulai viral di media sosial. Netizen pun ramai membagikan jadwal tayang film yang sangat dinanti ini, menandakan antusiasme yang luar biasa. Bukan hanya karena cerita yang misterius, tetapi juga karena film ini menawarkan perspektif baru dalam sinema Indonesia.

Mariara merupakan karya asli dari Sulawesi Utara, dengan lokasi syuting yang diambil di desa-desa terpencil di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Sutradara Veldy Reynold berhasil menyuguhkan sebuah kisah yang sangat kental dengan budaya lokal, memanfaatkan setting alam Sulawesi Utara yang eksotis sebagai latar belakang cerita. Tak hanya itu, bahasa Melayu Manado yang digunakan dalam film ini menambah kesan autentik, sekaligus memberi warna baru bagi perfilman Indonesia.

Mengangkat tema yang cukup kontroversial, Mariara menceritakan praktik ilmu hitam yang berkembang di salah satu kampung di Minahasa. Tak terduga, praktik tersebut ternyata berhubungan erat dengan pelayanan gereja setempat. Dengan struktur cerita multiplot, film ini menawarkan pengalaman menonton yang mengundang banyak pertanyaan dan analisis mendalam, serta mampu menggugah pemikiran penonton tentang kebenaran dan kepercayaan.

Uniknya, meskipun penyajiannya sederhana, Mariara justru mampu menghadirkan atmosfer mencekam yang memikat penonton. Kisah tentang dukun atau penyihir, yang dalam bahasa Minahasa disebut “Mariara,” disajikan dengan cara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk berpikir tentang kepercayaan dan tradisi yang hidup dalam masyarakat.

Antusiasme masyarakat, terutama para pengguna media sosial, menunjukkan bahwa Mariara telah mencuri perhatian. Banyak yang mengungkapkan rasa penasaran mereka, serta tidak sabar menantikan film yang menggabungkan unsur thriller, misteri, dan kekayaan budaya Sulawesi Utara ini. Wajar jika film ini diprediksi akan menjadi salah satu fenomena besar di dunia perfilman Indonesia.

Apakah Mariara akan berhasil mencuri perhatian penonton dengan kisah mistisnya, dan seberapa besar pengaruh budaya Sulawesi Utara dapat diterima di kancah perfilman nasional? Kita tunggu saja jawabannya pada 28 November mendatang di seluruh bioskop Indonesia! (Pro)