Mei 31, 2026

Ganjar Tekankan Pembangunan di Jawa Tengah Tak Hanya Infrastruktur

Wonosobo, suluthebat.com-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengungkapkan pembangunan infrastruktur tetap menjadi usulan terbanyak di setiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di daerahnya.

Meskipun banyak usulan infrastruktur, lanjutnya, pembangunan daerah tidak melulu tentang pembangunan fisik.

Ganjar Pranowo menyampaikan hal itu saat memimpin Musrenbangwil di Aula PT Geo Dipa, Kabupaten Wonosobo, Senin (20/3/2023).

“Pembangunan kita hari ini rasanya masih maskulin, kesetaraan gendernya belum. Maksudnya, semua orang berpikir bahwa membangun itu soal fisik,” ujarnya.

Ganjar menjelaskan hampir sebagian besar usulan yang ada tentang pembangunan infrastruktur.

Dijelaskan, untuk menuntaskan jalan provinsi saja memerlukan anggaran sekitar Rp 15 triliun.

Karenanya, setiap pembangunan atau penyelesaian aduan harus diselesaikan secara bertahap, tidak bisa sekaligus.

“Artinya nggak mungkin. Maka kalau kami bertahap, tahun depan saja untuk infrastruktur kami butuh Rp 3 triliun lebih sedikit. Maka kami sampaikan kepada publik kalau mau infrastruktur kita bagus, Rp3,2 triliun itu mesti ada,” katanya.

Di luar infrastruktur, lanjut Ganjar, pembangunan yang perlu digenjot adalah mengenai penurunan stunting, kemiskinan ekstrem, dan aksesibilitas penyandang disabilitas.

Stunting dan kemiskinan ekstrem, lanjutnya, menjadi salah satu fokus yang mesti dikejar, sebagaimana instruksi dari pemerintah pusat.

“Kedua, kita diingatkan terus menerus dan saya senang bagaimana penurunan stunting, kemiskinan ekstrem, aksesibilitas penyandang disabilitas ini luar biasa. Kita cek aja, gedung ini sudah ada akses untuk disabilitas apa belum,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyoroti kinerja instansi pemerintah yang saat ini sedang menjadi sorotan publik.

Menurutnya, ini menjadi momentum untuk berkaca dan mengevaluasi diri agar dapat melayani masyarakat dengan baik.

“Institusi negara sedang dihajar habis. Yuk kita buat pertaubatan nasional. Saya menyampaikan ini karena memang kondisinya seperti itu. Ada yang pamer kemewahan, sedangkan di sini, kita bahas jalan rusak dan sebagainya,” pungkas Ganjar. (*)