Mei 31, 2026

Insentif tak Jelas, Dokter Spesialis Mogok, Pelayanan RSUD MWM “Macet”

Minut, suluthebat.com- Sejumlah dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis (MWM) Kabupaten Minahasa Utara, melakukan aksi mogok kerja, diduga karena tidak adanya kejelasan insentif dokter untuk tahun 2023 dari pihak rumah sakit. Pelayanan di poliklinik pun macet total.

Kisruh antara kedua pihak itu secara tidak langsung telah mencoreng komitmen Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam meningkatkan pelayanan di RSUD MWM sebagai sarana pelayanan kesehatan utama kepada masyarakat di Minahasa Utara (Minut).

Selain soal insentif, para dokter spesialis juga mempertanyakan ketidakjelasan kontrak kerja antara pihaknya dengan rumah sakit yang hingga kini belum ada kejelasan, meskipun mereka telah melaksanakan tugas sesuai ketentuan rumah sakit, bahkan berdasarkan SK Bupati. Para dokter spesialis juga sangat kecewa dengan sikap Direktur RSUD MWM Joice Katuuk yang terkesan diam dan tidak menanggapi permasalahan ini.

“Sampai saat ini tidak ada kejelasan mengenai insentif dari Direktur RSUD MWM. Makanya, kami tidak buka pelayanan poliklinik sejak kemarin (15/2) sampai hari ini.” Kata salah satu dokter spesialis yang enggan namanya dipublikasikan, Kamis (16/2/2023).

Diketahui, sejak kemarin Rabu (15/2) Poliklinik yang tutup yakni, Interna, Obsgin, Jantung dan Anak. Sedangkan hari Kamis (16/2) ini Poliklinik yang tutup yakni Bedah, Interna, Obsgin dan Jantung, serta pelayanan Anestesi untuk operasi elektif tutup sejak Rabu kemarin dan hari ini.

Akibat permasalahan tersebut, pelayanan kepada masyarakat terhambat bahkan ada beberapa poliklinik tidak buka karena tenaga dokter spesialisnya mogok kerja. Akan tetapi untuk pelayanan pasien Emergency tetap ada dan dilayani.

Akibat konflik tersebut, sejumlah warga meminta perhatian serius Bupati Minahasa Utara, agar pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut tidak terbengkalai, yang dapat merusak citra rumah sakit. Apalagi belum lama ini, RSUD MWM sudah masuk Akreditasi Paripurna Bintang Lima.

Dengan terhambatnya pelayanan kesehatan di beberapa Poliklinik RSUD MWM ini, tidak menutup kemungkinan para pasien akan mencari Rumah Sakit lain untuk berobat secara intensif.

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan di RSUD MWM ini. Dari kemarin sampai hari ini, saya datang untuk berobat di Poliklinik jantung tapi tidak ada dokter spesialis.” ungkap salah satu pasien yang akan berobat di Poliklinik Jantung.

Sementara, Direktur RSUD MWM Joice Katuuk saat dikonfirmasi media ini melalui telepon selular/WhatsApp di nomor 085396xxxxxx tidak merespon sampai berita ini diturunkan. (Vivi)