Kumtua Ruddy Jacobus Maknai Perayaan Adat Tulude 2023 sebagai Wahana Kebersamaan dan Persaudaraan Antar Masyarakat Desa Darunu

Minut, suluthebat.net- Pemerintah Desa Darunu Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, dalam menjaga dan melestarikan adat budaya Nusa Utara (Sitaro-Sangihe-Talaud), menggelar pesta adat Tulude yang dihadiri oleh seluruh masyarakat bahkan ratusan warga etnis Nusa Utara yang ada di desa tersebut. Bertempat di lokasi wisata desa Darunu. Minggu (5/2/2023).

Adat Tulude ini menjadi pesta budaya yang dilaksanakan setiap awal tahun untuk menolak bencana. Dan juga sebagai bentuk persaudaraan yang rukun dan damai.
Sesudah Ibadah dilanjutkan dengan Upacara Adat Tulude yang dipimpin oleh tokoh adat, disebut juga Mayore Labo juga sebagai pemotong kue adat Tamo yakni Lasarus Pontoh.
Kue adat tamo yang dibuat dari beras ketan pilihan serta dihiasi dengan berbagai hasil pertanian masyarakat setempat, sejak dahulu sampai sekarang menjadi simbol masyarakat Nusa Utara untuk tunduk dan patuh kepada pemerintah sebagai wakil Allah di dunia.

Kepala Dinas Kearsipan Kabupaten Minut Alpret Pusungulaa selaku mewakili Bupati Joune Ganda dan Wabup Kevin W. Lotulung dalam sambutannya menyampaikan, acara adat Tulude ini kita menolak tahun 2022 dengan penuh sukacitah dan di tahun 2023 akan menjadi tahun berkat. Kita yakin percaya dengan kearifan lokal ini Tuhan akan menolong kita.
“Mari kita jaga kebersamaan, gotong royong dan kekeluargaan agar terus tercipta kerukunan. Atas nama Bupati dan Wabup Minut mengucapkan selamat mengucap syukur dan selamat melaksanakan pesta adat Tulude.”ucap Pusungulaa.

Kemudian laporan panitia acara adat Tulude Ruddy Keni mengatakan, pesta adat tahunan yang diwariskan oleh para leluhur masyarakat Nusa Utara Kepulauan Sangihe Talaud dan Sitaro oleh karena itu pemerintah desa Darunu dalam hal ini Hukum Tua desa Darunu melalui Visi Misinya memandang perlu untuk melestarikan budaya adat Tulude yang didalamnya juga dapat mengembangkan kembali budaya seperti masamper, tarian gunde sebagai tarian budaya yang perlu dilestarikan generasi muda desa Darunu kedepannya.
Acara tersebut bukan sekedar melestarikan budaya tetapi ada nilai penting didalamnya, bahwa lewat pesta adat Tulude di tahun ini, sebagai warga masyatakat dapat memetik hikmah bahwa betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan dalam membangun kehidupan bermasyarakat.

“Dengan pelasanaan pesta adat Tulude tahun ini, didominasi beberapa gereja yang ada di desa Darunu yaitu GMIM, KGPM, GPDI, Parakletos Pantekosta dapat mempererat dan menjalin kebersamaan yang baik antara satu dengan yang lain agar membawa berkat bagi kita semua.” ujar ketua panitia Ruddy Keni.

Sementara, Hukum Tua desa Darunu Ruddy B. Jacobus memberikan apresiasi kepada masyarakat atas dilaksanakannya acara adat Tulude tersebut.
Kumtua mengungkapkan, upacara adat Tulude adalah acara sakral, yang dilakukan sebagai wujud ungkapan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Meninggalkan hal-hal yang buruk di tahun sebelumnya dan menyongsong harapan baru di depan.
“Mari kita maknai perayaan ini, sebagai ungkapan syukur, dengan harapan lebih baik lagi ke depan, dan juga menjadi wahana kebersamaan dan persaudaraan, yang mengisyaratkan bahwa kita semua ini merupakan suatu kesatuan masyarakat desa Darunu yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan,” ungkap Jacobus. (Vivi)
