Juni 28, 2026

Desember 2022, Jokowi  Resmikan Bendungan di Minut dan Bolmong Senilai Rp 3 Triliun

0

Manado, suluthebat.com- Presiden Joko Widodo akan meresmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara (Minut) dan Bendungan Lolak di Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, Desember bulan depan.

Kepastian peresmian dua bendungan yang menelan anggaran Rp 3 triliun itu disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.

“Desember 2022 diresmikan Pak Presiden,” ujar Gubernur Olly di Manado, Jumat(11/11/2022).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebelumnya menjelaskan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minut bermanfaat untuk mengendalikan banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit 470 m3/detik, di mana Kota Manado sendiri pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2014.

Selain mengendalikan banjir, kata Basuki, Bendungan Kuwil Kawangkoan juga bermanfaat bagi penyediaan air baku untuk Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Bitung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sebesar 4.500 liter per detik.

Ditambahkan, bendungan itu juga bermanfaat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohido (PLTM) dengan kapasitas 2×0,70 Megawatt serta pengembangan pariwisata.

Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,4 juta meter kubik dan luas genangan 139 hektar.

Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun, yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi.

Untuk paket pertama, pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk-DMT (KSO), paket dua dikerjakan oleh PT Nindya Karya, dan paket ketiga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk- PT Nindya Karya (KSO).

Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono, mengatakan Bendungan Kuwil Kawangkoan dilengkapi dengan pintu air di bagian pelimpahnya sebagai upaya pengendalian banjir.

“Bendungan ini berada di atas Kota Manado sehingga sangat efektif untuk pengendalian banjir. Jadi dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ada dua tampungan air, pertama adalah tampungan air alami Danau Tondano dan kedua, Bendungan Kuwil Kawangkoan,” ujarnya.

“Kemudian ada penataan kawasan, penutupan terowongan dan nanti terakhir pekerjaan hidromekanikal,” tambahnya.

Sementara Bendungan Lolak memiliki luas area genangan 97,5 hektar.

Bendungan ini akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter per detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt.

Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua paket yakni paket pertama senilai Rp830 miliar dengan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Selanjutnya untuk Paket II senilai Rp821 miliar dikerjakan kontraktor PT PP (Persero) Tbk-PT Asfhri Putralora (Kerjasama Operasi/KSO). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *