Mei 13, 2026

Torang Samua Basudara, Modal Utama Membangun Sulawesi Utara

0

Manado, suluthebat.com –Masyarakat Sulawesi Utara patut berbangga memiliki slogan Torang Samua Basudara dan Torang Samua Ciptaan Tuhan. Sebab dengan slogan ini, pembangunan di Bumi Nyiur Melambai berjalan aman, lancar dan sukses.

Demikian disampaikan Pj Sekprov Sulut Praseno Hadi mewakili Gubernur Olly Dondokambey pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Layanan Kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa (TYME) dan Masyarakat Adat di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Rabu (12/10/22).

“Patut kita syukuri bahwa Sulut ini sangat beragam dengan slogan yang dulu, Torang Samua Basudara dan ditambah lagi dengan slogan, Torang Samua Ciptaan Tuhan,” ujar Praseno Hadi.

Hadi menambahkan dengan kedua slogan ini, kehidupan masyarakat Sulut aman, damai, dan tentram. TNI/Polri dan seluruh unsur, lanjutnya, bersatu padu mengamankan kondisi Sulut, sehingga pembangunan bisa berjalan terus, dan kehidupan bermasyarakat relatif aman dan terkendali.

“Ini merupakan modal utama bagi Sulut. Saat ini dengan desakan teknologi, sudah menuju ke era 4.0 maupun mengarah pada era 5.0, bukan dari sisi fisik, tapi dari sisi mental dan pengetahuan juga,” terangnya.

Hadi mengatakan, Gubernur Olly  sangat mengapresiasi kegiatan ini mengingat Sulut sudah lama dikenal sebagai Laboratorium Kerukunan Antar Umat Beragama.

Dijelaskan, slogan Torang Samua Ciptaan Tuhan tidak hanya antar manusia dengan Tuhan, atau pun sekitar dengan diri sendiri.

“Kita semua berdamai, sama-sama melaksanakan aktifitas masing-masing tapi harus menjunjung tinggi kedamaian karena kita semua harus sadari kita semua di ciptakan oleh Tuhan,” katanya.

Sementara Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid Phd, mengungkapkan pihaknya memberi informasi mengenai peraturan perundang-undangan baru dan juga beberapa komitmen internasional yang sekarang ini memayungi upaya kemajuan budaya di Indonesia.

Hilmar Farid berharap kebijakan di bidang kebudayaan ini betul-betul bisa mengakar dan menjadi panduan, terutama yang bekerja di bidang kebudayaan.

“Sehingga program tujuan besar Indonesia 2045 ini bisa tercapai. Tentu ada kerja keras juga yang harus kita lakukan dan koordinasi yang terus menerus,” ujarnya.

Deputi Bidang Revolusi Mental Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olah Raga Kemenko PMK, Didik Suhardi Phd, mengatakan strategi kebudayaan itu ada perlindungan dan pelestariannya, termasuk bagaimana mengembangkan budaya daerah ini sehingga menjadi bagian dari budaya nasional.

“Daerah Sulut ini kan merupakan tujuan wisata, menurut saya sangat cocok untuk menonjolkan budayanya. Karena turis asing seperti Korea sangat suka dengan sifat yang unik, akan sangat bagus jika itu dikembangkan di Sulut,” pungkas Didik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati/Wali Kota dari 15 Kabupaten/Kota di Sulut, Forkopimda Sulut, Kadis Kebudayaan Sulut Janny Lukas, Christriyati Ariani, Ketua Pokja Advokasi Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemdikbudristek dan tamu undangan lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *