Juli 29, 2026

Maesaan, suluthebat.com – Pemerintah Desa Tumani Utara, Desa Tumani dan Tumani Selatan bersama masyarakat, para tokoh agama dan tokoh masyarakat melakukan pertemuan di Polsek Tompasobaru, dalam rangka Musyawarah Damai, tujuannya untuk menindak lanjuti masalah perkelahian tawuran antar kelompok (tarpok) pemuda dari ketiga desa tersebut, Rabu (29/06/2022).

Kegiatan itu juga dihadiri oleh para pemuda yang berada di ketiga desa dan langsung menyatakan diri untuk berdamai satu sama lain, dengan disaksikan oleh pihak Kepolisian, pemerintah dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Camat Maesaan Jelly Nelwan S.Pt yang hadir langsung dalam kegiatan Musyawarah Damai itu menambahkan, kegiatan ini dilakukan karena kami sebagai pemerintah menginginkan kedamaian selalu tercipta antara ketiga desa yaitu Tumani Utara, Tumani dan Tumani Selatan

“Untuk itu, kedepannya mari kita mulai hidup dengan damai dan segera tinggalkan rasa perbedaan, permusuhan ataupun saling menyimpan dendam. Saya sendiri rasanya ingin menangis melihat situasi yang ada dengan kejadian yang sering terjadi di desa tumani raya,” kata Camat.

Dijelaskan Nelwan, bila ada persoalan yang terjadi antar individu segera laporkan kepada perintah desa atau pihak kepolisian untuk menyelesaikan, sehingga tidak perlu melibatkan massa atau kelompok untuk membalas, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru membuat masalah kecil menjadi lebih besar.

Jadi, bagi anak-anak muda yang sering terlibat dalam tawuran antar kelompok perlu disadari, Tumai Raya ini ada keterikatan keluarga semua, kejadian yang terjadi itu tidak membawa kebaikan dalam kehidupan kita. Nyanda guna torang mo bermusuhan karena itu sama saja bermusuhan deng trang pe keluarga sandiri,” pesannya.

Lebih lanjut dikatakan Camat, Tumani adalah Ibukota Kecamatan Maesaan, harusnya kita sama-sama menjaga nama baik ketiga desa ini agar desa kita dikenal dengan hal-hal yang baik bukan malah kita sendiri sebagai warga desa yang bikin rusuh dan merusak nama baik ibukota kecamatan ini.

“Sebagai pemerintah saya hanya memberikan nasihat yang baik dan bermanfaat, saya berharap apa yang disampaikan bisa diterima dan kita memulai lagi menjalani kehidupan yang baru dengan penuh kedamaian dan menciptakan situasi yang kondusif selalu,” pungkas Camat Maesaan.

Sementara itu, Kapolsek Tompasobaru Mulyadi Lontaan dalam Arahnya mengajak para pemuda untuk lebih rajin beribadah kepada Tuhan karena dengan begitu kita bisa menyadari dalam praktik kehidupan hal-hal apa yang baik dan tidak baik untuk dilakukan.

Lanjut Lontaan, pentingnya peran orangtua dalam memberikan motifasi kepada anak-anak untuk terus memelihara kerukunan yang sudah lama ada di tumani raya dan sadar akan rasa persaudaraan yang tinggi.

“Sayangilah keluarga yang dirumah, karena saat masalah antar kelompok terus terjadi tidak memberikan ketenangan bagi keluarga kita dirumah,” pesan Kapolsek.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemuda yang merespon baik menghadiri pertemuan tersebut dengan menyatakan diri untuk berdamai dan tidak lagi menyimpan dendam permusuhan, yang turut disaksikan langsung para orangtua, aparat kepolisian dan pemerintah desa, juga tokoh masyarakat.

“Jika ada masalah yang terjadi, laporkan ke pihak kepolisian, jangan bertindak sendiri ataupun mengajak teman-teman lain untuk berseteru karena itu hanya akan mengakibatkan masalah menjadi lebih besar serta pelanggaran hukum,” kata Kapolsek.

Diakhir penyampaiannya, Lontaan berpesan setelah musyawarah ini Ia berharap tidak ada lagi tindakan perkelahian atau apapun yang memicu terjadinya persoalan. “Bila ada lagi yang melakukan tindakan-tindakan yang memicu terjadinya masalah, risikonya ditanggung sendiri karena aparat kepolisian akan langsung menindak tegas,” Pungkasnya. (Pro)