Juni 1, 2026

Jabat Kepsek SMA N 1 Kumelembuai, Liow Wajibkan Siswa Gunakan Bahasa Tontemboan

Minsel, suluthebat.com – Setelah menerima jabatan sebagai Kepala Sekolah, Swingly Suriadi Yesaya Liow, S.PD bertekad melakukan berbagai program terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Kumelembuai, salah satunya menerapkan kembali bahasa daerah tontemboan di sekolah tersebut dan siswa wajib menggunakan bahasa tontemboan setiap hari jumat.

Hal itu terungkap saat pelaksanaan acara pisah sambut dan serah terima jabatan Kepala Sekolah dari Popie Serni Mongkareng, SPD M.PD kepada Swingly Liow, S.PD, yang dilaksanakan di SMA N 1 Kumelembuai, Jumat (25/03/2022)

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Minsel-Mitra Max Lengkong yang dalam sambutannya mengatakan, kebanggaan seorang pemimpin apabila anakbuahnya menjalankan tugas dengan baik, dan kami dari dinas tentunya akan terus mendukung berbagai program dari Kepala Sehkolah yang baru untuk kedepannya menjadikan sekolah ini lebih baik.

“Perlu diakui sudah banyak juga yang dibangun oleh para kepala sekolah sebelumnya di sekolah ini, tentunya semua itu patut diapresiasi dan diberi ucapan terimakasih, namun untuk kedepannya tinggal dilanjutkan kepala sekolah yang baru, apa yang masih kurang harus diperbaiki,” Max Lengkong.

Sementara itu Swingly Liow dalam sambutannya mengatakan, setelah dirinya dipercayakan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Sekolah, Ia berkomitmem untuk membuat SMA N 1 Kumelembuai agar menjadi tertib dalam semua bidang.

“Kepada teman-teman guru saya selalu mengatakan, ketika saya menjadi kepala sekolah disini kami memiliki tugas berbeda, tapi tidak harus membeda – bedakan. Jadi tidak perlu secara formal menghormati saya, tapi yang terpenting kita semua sama – sama meningkatkan kinerja agar sekolah ini menjadi lebih baik lagi kedepannya,” ujar Liow.

Dijelaskan Liow, untuk merealisasikan komitmen dirinya sudah mengundang Ketua, Sekretaris dan Bendahara Komite sekolah untuk membuat kajian, sehingga menemukan beberapa masalah pokok yang harus kami selesaikan diantaranya, memberikan kenyamanan kepada siswa saat melaksanakan aktifitas belajar, untuk itu kami akan melakukan penataan bangunan sekolah juga ruangan kelas, dan itu sementara direncanakan untuk dikerjakan kedepan.

“Kami juga berencana untuk mengunjungi Wale Batik Minahasa di Manado, kami akan melihat siswa yang memiliki potensi melukis atau menggambar akan diarahkan untuk mengembangkan potensinya dengan membuat desain batik minahasa. Tentunya ini bagian dari upaya mendukung suatu kearifan lokal,” jelasnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri para guru dan murid itu, Liow juga menyinggung soal Cap Tikus yang merukapan salah satu kearifan lokal masyarakat minahasa sejak dulu, walupun saat ini cap tikus sering di kriminalisasi namun Ia melihat sebagian besar siswa yang berada di sekolah SMA N 1 Kumelembiai orangtuanya adalah petani Cap Tikus.

“Dari hasil diskusi dengan guru kimia, kami akan mengolah cap tikus menjadi Hand Sanitizer yang sangat dibutuhkan dimasa pandemi Covi-19 saat ini,” kata Kepsek.

Selain itu, adapun upaya kami untuk melestarikan bahasa daerah tontemboan, mengingat saat ini anak sekolah sudah tidak tau lagi bahasa daerah, dan sekolah berperan penting untuk mendukung kelestarian bahasa daerah.

“Jadi, saya sudah menerapkan kepada seluruh siswa untuk wajib menggunakan bahasa daerah di sekolah setiap hari jumat dan hari senin wajib gunakan bahasa inggris,” tandas Liow. (Pro)