Dari Nilam hingga BPJS, Warga Curhat ke NVM dalam Reses Masa Sidang Kedua

Minsel, suluthebat.id – Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan dari Partai NasDem, Novita Violeta Maramis, S.Ak, menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan Kedua Tahun 2024-2025 di Desa Tompaso Baru Dua, Kecamatan Tompaso Baru, pada Sabtu (03/05/2025). Sekitar 50 warga hadir dengan antusias, menjadikan reses ini sebagai momentum penting untuk menyuarakan kebutuhan dan harapan mereka secara langsung.
Srikandi Partai NasDem yang dikenal akrab dengan sapaan NVM itu membuka kegiatan dengan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi terhadap kehadiran masyarakat serta dukungan dari pemerintah desa.
“Terima kasih atas waktu dan kehadiran bapak-ibu sekalian. Saya bersyukur bisa bertemu dan berdialog langsung. Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi benar-benar untuk menyerap aspirasi dan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Novita dalam sambutannya.
NVM juga menjelaskan bahwa dirinya bertugas di Komisi III DPRD, yang membidangi sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, sosial, hingga perlindungan anak. Ia menegaskan bahwa seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi bahan dalam rapat paripurna dan akan dikawal secara maksimal.
Satu per satu warga pun mulai menyampaikan uneg-uneg mereka. Moudi Mantiri, salah satu warga, mengungkapkan keprihatinan soal kebutuhan air bersih yang meski sudah pernah diadakan sebelumnya, kini kembali bermasalah dan butuh perbaikan menyeluruh.
Tak kalah serius, anjloknya harga minyak nilam menjadi sorotan utama dari para petani. Dulu menjadi komoditas andalan, kini nilam justru menimbulkan kegelisahan karena tidak lagi memberikan keuntungan yang layak.
“Harga nilam jatuh bebas. Kami butuh perhatian dan solusi dari pemerintah. Ini menyangkut kehidupan banyak petani,” keluh warga lainnya.
Sementara itu, Rudy Kentjem mengangkat isu infrastruktur jalan antar desa yang masih banyak mengalami kerusakan. Ia berharap perbaikan jalan bisa menjadi prioritas karena menyangkut mobilitas warga dan perekonomian lokal.
Gembala Lendy Sondak, Sekretaris BPD Tompasobaru Dua, menyuarakan keresahan masyarakat terkait BPJS Kesehatan. Menurutnya, banyak warga yang tidak mampu lagi membayar iuran dan terjebak dengan tunggakan, sehingga mereka enggan atau bahkan tidak bisa berobat saat sakit.
“Kami mohon agar ada solusi. Banyak warga hanya bisa pasrah karena tak sanggup membayar tunggakan. Ini situasi nyata yang harus dicari jalan keluarnya,” ucapnya haru.
Usulan lain pun mencuat, mulai dari pengadaan lampu jalan demi keamanan malam hari, penanganan sampah yang belum optimal, hingga permintaan akan mobil pemadam kebakaran untuk siaga terhadap risiko kebakaran di desa.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Novita Maramis berkomitmen untuk membawa seluruh masukan masyarakat ke forum resmi DPRD.
“Semua yang bapak-ibu sampaikan hari ini, akan saya sampaikan dalam rapat paripurna hasil reses. Saya akan kawal dan perjuangkan semaksimal mungkin agar bisa direalisasikan oleh pemerintah,” tegasnya, disambut tepuk tangan dari peserta reses.
Ia menutup kegiatan dengan pesan menyentuh: “Jangan ragu menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan bersama. DPRD hadir bukan hanya di ruang rapat, tapi juga di tengah-tengah masyarakat.”
Antusiasme dan rasa syukur pun mengalir dari para peserta. Beberapa perwakilan tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan warga menyampaikan terima kasih atas kehadiran langsung anggota dewan di desa mereka.
“Kami bangga dan terharu, karena Ibu Novita memilih desa kami. Ini bukti bahwa suara rakyat masih punya tempat dan harapan,” ucap seorang tokoh agama setempat. (Pro)
