Juni 1, 2026

Hindari Macet, Erick Thohir Minta Pemudik Naik Pesawat dan Kereta Api

Jakarta, sulutheb.com-Jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini, diperkirakan sebanyak 123 juta orang bakal mudik.

Selain meningkatnya jumlah pemudik, jumlah mobil yang mengangkut para pemudik juga diperkirakan bakal melonjak naik mencapai 40 juta mobil.

Menteri BUMN, Erick Thohir, menghimbau para pemudik, khususnya orang kaya, untuk mudik menggunakan pesawat dan kereta api.

Menurut Erick, mudik dengan pesawat dan kereta api bisa mengindari kemacetan dan tiba di daerah tujuan dengan cepat.

Mudik dengan pesawat dan kereta api, lanjutnya, sangat nyaman dan lebih hemat dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.

“Kita menyarankan sebenarnya untuk masyarakat yang tidak mau bermacet-macet, naik kereta api lah, itu bisa tepat waktu, nyaman, aman. Kalau kita hitung kereta api sama bensin mestinya lebih murah,” ujar Erick di Jakarta, Senin (10/4/2023).

“Buat masyarakat yang mampu, ada alternatif pesawat terbang yang saya rasa juga sangat nyaman dan tentu lebih cepat,” tambahnya.

Erick berpesan kepada para pemudik yang menggunakan  kendaraan pribadi agar mewaspadai kemacetan di titik-titik tertentu.

“Kemacetan ini tentu kita tidak bisa prediksi apalagi jalur-jalur alternatif juga mulai mesti dilihat. Jangan sampai maksudnya ingin berkumpul dengan keluarga, tapi malah bermacet-macet di jalan,” ucapnya.

Program mudik, kata Erick, tidak akan bisa sukses tanpa peran dari masyarakat sendiri.

Ia meminta pemudik untuk tertib selama di jalan dan mematuhi aturan yang berlaku.

“Pemerintah pusat dan daerah mendorong, tapi peran dari masyarakat yang lebih maksimal karena kalau kita tidak tertib, ya macet di mana-mana. Ini yang harus kita sama-sama atur,” ujarnya.

Kuota BBM Aman

Erick memastikan ketersediaan BBM di momen mudik tahun ini sangat aman.

Selain ketersediaan BBM aman, pihaknya juga menyiapkan beragam fasilitas untuk memudahkan pemudik mengisi BBM selama perjalanan.

“Nanti juga ada motor membawa jerigen (BBM), ada pengisian BBM yang bisa pindah-pindah, itu kita dorong yang mobile,” ungkapnya.

Erick mengakui berbagai fasilitas pengisian BBM itu tidak cukup mengingat banyaknya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi ketimbang memakai transportasi umum.

Sehingga akibatnya, bakal terjadi kemacetan di titik-titik tertentu.

Ia mengingatkan kendaraan pribadi yang melintasi tol Cipali dan tol lainnya yang sering terjadi kemacetan menuju Jawa Tengah.

“Saya akan turun juga memastikan bagaimana perputaran kendaraan ini bisa kita antisipasi kemacetannya,” tandas Erick. (*)