Mei 27, 2026

Ganjar Pimpin Doa Tokoh Lintas Agama untuk Warga Sekitar Merapi

Solo, suluthebat.com-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin doa bersama tokoh agama dan penyuluh agama untuk keselamatan dan kesehatan warga di sekitar Gunung Merapi.

Momen itu terjadi saat Ganjar menghadiri pembukaan Rapat Kerja Jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (12/3/2023).

“Saya minta waktu sejenak sebelum kita mulai, mari kita berdoa menurut agama dan keyakinan kita masing-masing. Mudah-mudahan saudara kita yang di sekitar Merapi diberikan kemudahan, diberikan kesehatan, dan semoga semuanya diberikan keselamatan, karena erupsi ini tentu juga bagian proses alami. Namun demikian, mari kita doakan saudara-saudara kita yang ada di sana,” ujar Ganjar.

Peserta acara yang terdiri atas tokoh agama, penyuluh agama, kepala kantor wilayah Kemenag se-Jawa Tengah dan jajaran Kanwil Kemenag Jawa Tengah, seketika menunduk.

Mereka tampak khusyuk memanjatkan doa untuk keselamatan warga di sekitar Gunung Merapi.

Usai kegiatan, Ganjar mengatakan masyarakat harus tetap siaga karena gunung Merapi masih berstatus siaga.

“Ini mumpung kumpul tokoh dari banyak agama, kita berdoa untuk masyarakat di sekitar Merapi ya, agar mereka diberikan kekuatan. Kemudian Merapi berevolusi sesuai dengan sunatullahnya begitu, kita semua siaga dan masyarakatnya yang penting aman,” kata Ganjar.

Meskipun berstatus siaga, kata Ganjar, pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi adanya peningkatan aktivitas erupsi.

Menurutnya, ketahanan dan kewaspadaan masyarakat di sekitar Gunung Merapi juga cukup bagus sehingga proses pemantauan dapat dilakukan dengan baik.

“Semua masih siaga tapi kita memantau terus-menerus. Sejak kemarin saya mendapatkan informasi terus-menerus, dan alhamdulilah masyarakat dari sisi resilient-nya bagus di sana. Namun demikian kita siaga,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ganjar memberikan instruksi darurat kepada tim tanggap darurat mulai dari kepala desa, relawan di BPBD, SAR.

Selain itu, ia juga meminta para kepala daerah untuk memimpin penanganan dampak erupsi Gunung Merapi ini termasuk memimpin evakuasi, menyediakan tempat pengungsian hingga menyalurkan bantuan bagi warga.

“Kami sudah terjunkan untuk menuju tiga kecamatan sekaligus asesmen di masing-masing lokasi dan membawa bantuan masker, karena ini yang pertama dibutuhkan,” ujarnya.

Menurut Ganjar, tempat pengungsian dan prasarana sudah ada, sehingga jika diperlukan masyarakat tinggal mempersiapkan segala sesuatunya.

Ia menilai bahwa masyarakat terdampak sudah cukup terlatih dengan keadaan yang ada.

“Tempat pengungsian sudah ada sebenarnya, tinggal itu disiapkan saja, karena sebenarnya masyarakat di sana relatif terlatih,” terangnya.

“Masyarakat di sana sudah sangat paham, maka segera mengevakuasi diri sesuai dengan SOP yang sudah ada,”tuturnya.

“Segera evakuasi diri, ikuti seluruh perintah dari komando yang ada di lapangan,” tambah Ganjar.

Ganjar berharap agar para warga bergotong-royong untuk saling membantu tanggap bencana tersebut.

“Mudah-mudahan masyarakat, termasuk kawan-kawan di kades, relawan, di BPBD, SAR, dan semua yang ada di sana segera bisa turun membantu,” pungkasnya. (*)