Mei 31, 2026

Minut, suluthebat.com- Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah primadona penghasil kelapa. Ini dibuktikan dengan digelarnya ekspor perdana 52 ton santan kelapa beku ke China oleh PT Suryapratama Agung Bahtera, Jumat (16/2/2023).

Acara pelepasan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Minut,  Novly G Wowiling yang mewakili Bupati Joune Ganda.

“Kami sangat mengapresiasi PT Suryapratama Agung Bahtera yang telah menginisiatif kegiatan ini,” kata Wowiling.

Menurutnya, dengan adanya ekspor santan beku, memberi dampak positif terhadap petani, salah satunya adalah memperpendek siklus bagi petani untuk mendapatkan uang dari hasil bumi.

“Tak kalah penting adalah memberi kepastian pasar kepada para petani sehingga lebih mudah meningkatkan kesejahteraan lewat hasil perkebunan,” ujarnya.

Di satu sisi, dengan adanya kegiatan ekspor ini, semakin memberi peluang terhadap ekonomi Kabupaten Minut untuk lebih bergeliat lagi.

“Kita tahu bersama bahwa pandemi COVID telah melemahkan kegiatan ekspor seluruh dunia tak terkecuali Kabupaten Minahasa Utara, sehingga dengan adanya kegiatan hari ini, menjadi sebuah harapan menjadi baik ke depan,” harapnya.

Sementara, Direktur Utama PT Suryapratama Agung Bahtera Victor Dinata mengatakan, untuk tahap awal ini pihaknya baru akan mengirim 1 kontainer ke China.

“Ini ekspor perdana, dan sebetulnya ada dua kontainer yang menampung produk kita hanya saja yang ready baru satu unit. Satunya lagi masih dalam perjalanan,” kata Dinata.

Ia juga berharap langkah awal ini akan menuntun kepada capaian yang lebih besar lagi.

“Besar harapan kami boleh terus menjalin kemitraan yang baik dengan para petani kelapa di daerah ini,” harapnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minut, Wangke Karundeng , menyebutkan jika bahan baku santan beku di tanah bumi Klabat masih sangat melimpah.

“Kita punya kurang lebih tiga puluh enam ribu lahan kelapa yang sangat produktif,” ujarnya.

Di samping itu, penyaluran bibit juga terus dilakukan setiap tahun. Agar eksistensi bahan baku untuk santan beku masih terjaga ke depan.

“Saya berharap lewat kegiatan ekspor ini, ekonomi para petani bisa semakin ditingkatkan,” ucap Karundeng. (*/Vivi)