Mei 26, 2026

Bupati FDW Minta Kerjasama Semua Elemen Untuk Percepatan Penurunan Stunting

0

Minsel, suluthebat.com – Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting jangan hanya sebatas kegiatan seremonial harus berdampak pada Masyarakat. Hal itu diungkapkan Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar saat membuka kegiatan Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Di Kabupaten Minahasa Selatan yang di laksanakan di Aula Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan pada Rabu, (30/11/ 2022).

Rangkaian Kegiatan Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting tersebut yaitu Audit kasus stunting dan rencana tindak lanjut, Pengukuhan bapak asuh anak stunting, Pengukuhan ayah bunda genre, Pengukuhan duta genre kecamatan , desa/ kelurahan se-kabupaten minahasa selatan, Pelantikan pengurus forum genre cabang minahasa selatan.

Kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi SI PATOKAAN (Strategi Pencegahan Terkoordinasi Perkawinan Usia Anak) Rumah ibadah ramah anak, Puskesmas ramah anak dan Sekolah ramah anak.

Masalah stunting tentunya menjadi perhatian khusus pemerintah karena stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa.

Pemerintah kabupaten minahasa selatan juga melaksanakan berbagai program strategis terintegrasi dalam upaya pencegahan serta penurunan stunting di minahasa selatan, diantaranya forum diskusi dan workshop peduli tentang remaja dan siap edukasi stunting, intervensi gizi spesifik oleh dinas Kesehatan, peningkatan spam jaringan perpipaan di kawasan perdesaan (17 desa yang merupakan desa lokus), program penunjang ketahanan pangan (pencanangan kampung sayor, kampung buah, kampung rica, kampung milu, kampung seho), program bapak asuh anak stunting, pelaksanaan rapat koordinasi dan evaluasi serta pendampingan kegiatan pada opd terkait, mempererat kerja sama antar lintas sektor dan pihak swasta.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pada dasarnya semua kegiatan ini sangat baik bagi kita semua, apabila kita menindaklanjuti di lapangan dan yang terpenting adalah hasil dari kegiatan-kegiatan ini jangan hanya sebatas kegiatan seremonial tidak ada dampak untuk masyarakat.

“Untuk kasus stunting itu sendiri kita harus capai 14% di tahun 2024 kiranya semua elemen saling bekerja sama sehingga apa yang kita targetkan Bersama dapat dicapai,” ujarnya. (Kominfo/Pro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *